fbpx

Wabup Mimika Berikan Bantuan alat Potong untuk Masyarakat Asli

Wabup Mimika Johannes Rettob yang didampingi oleh Kapolres Kabupaten Mimika, I Gusti Gde Era Adhinata menyerahkan bantuan alat potong berupa sensor, parang, kampak, di Kampung Mulia Kencana SP7, Kamis (20/1/2022).

Timika, APN – Wakil Bupati Kabupaten Mimika, Johannes Rettob memberikan bantuan alat potong kepada masyarakat asli Papua untuk membuka perkebunan di Kampung Mulia Kencana SP7, Distrik Iwaka.

Bantuan alat potong tersebut berupa sensor, parang, kampak diserahkan langsung oleh Wabup yang didampingi oleh Kapolres Kabupaten Mimika, I Gusti Gde Era Adhinata, di Kampung Mulia Kencana SP7, Kamis (20/1/2022).

John mengatakan sumbangan tersebut merupakan permintaan masyarakat berdasarkan keinginan mereka untuk membuka lahan.

“Sumbangan ini berdasarkan permintaan dari masyarakat sendiri, karena masyarakat ingin membuka lahan baru untuk lokasi pertanian,” katanya.

Sementara itu, pdt. Yobe Murib menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada pemerintah melalui Wakil Bupati Mimika.

Ia mengaku selama ini yang memberikan perhatian dan pendampingan untuk masyarakat asli menjadi petani mandiri hingga bisa menanam cabai dan sayuran lainnya, baru Binmas Noken Polres Mimika.

“Kami mau supaya pemerintah juga bisa membina kami, berikan kami masukan, tuntunan, sampai kami jadi mandiri,” ungkapnya.

Ia mengatakan pihaknya memang mengusulkan alat-alat untuk bisa membuka lahan mengingat saat ini banyak masyarakat yang ingin berkebun namun kebun yang ingin ditanami masih dalam keadaan hutan dan banyak pohon besar.

“Saya terimakasih. bapak sudah bantu masyarakat. Kami tidak bisa tanam disini (halaman), banyak mau tanam tapi lokasinya agak sedikit sempit,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah dapat membantu untuk membangun akses jalan dari Kampung SP7 ke lokasi lahan yang akan digunakan menjadi lahan perkebunan.

Sementara itu, petani binaan Binmas Noken Polres Mimika, Wirinus Magi mengatakan sangat bersyukur dengan adanya program pendampingan yang dilakukan. Ia mengaku dahulu hanya menanam keladi, pepaya, dan beberapa tanaman lain, namun sayaang tak begitu menghasilkan.

“Saat ini saya tanam cabai dan jahe, sudah enam bulan ini, dan keuntungan itu bisa sampai 2,3 juta, jauh dari saat saya berkebun dulu,” katanya.

Leave a Reply

error: Hak Cipta antarpapuanews.com
%d bloggers like this: