Tuntutan Puluhan Orangtua Calon SMPN 2 Sudah Terjawab - Antar Papua News -

Tuntutan Puluhan Orangtua Calon SMPN 2 Sudah Terjawab

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Mimika, Mathius Sedan saat ditemui awak media, Sabtu (16/7/2022). (Foto: Wahyu/APN)

Timika, APN – Tuntutan puluhan orang tua calon peserta didik SMP Negeri 2 Mimika telah terjawab oleh pihak sekolah. Setelah berjam-jam menunggu sejak pagi akhirnya mereka ditemui Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Mimika, Mathius Sedan, Sabtu (16/7/2022)

Pada wartawan usai menemui orang tua, Mathius menjelaskan, protes tersebut merupakan keresahan para orang tua peserta didik yang anaknya tidak terakomodir oleh panitia lantaran keterbatasan kelas di SMP Negeri 2 Mimika dan kebijakan Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pendidikan.

Mathius mengatakan, Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika telah menetapkan agar ruang kelas yang disediakan di SMP Negeri 2 sebanyak 10 kelas, hal tersebut kemudian dipedomani oleh panitia PPDB untuk ditindaklanjuti sesuai kebijakan tersebut.

“Tapi kami pihak sekolah masih tetap berjuang kepada ibu kadis, mudah-mudahan ibu kadis punya kebijakan untuk bisa menerima anak-anak yang belum terakomodir disini, karena orang tua merasa bahwa mereka masih ada di bagian zona,” kata Mathius saat ditemui pada Sabtu (16/7/2022) sore, di pelataran SMP Negeri 2 Mimika.

Beberapa keluhan orang tua peserta didik ini diantaranya adalah pengalihan peserta didik dari yang sudah terdaftar di sekolah tersebut ke sekolah lain seperti di SMP Negeri Koperapoka serta SMP Negeri 8 Mimika.

Beberapa keluhan lainnya yakni tentang zonasi, dimana pada persyaratan PPDB terdapat empat jalur yang dikategorikan dalam zonasi, afirmasi, perpindahan dan prestasi. Para orang tua peserta didik ini merasa dicurangi dengan peraturan yang mana mereka yang berdomisili masih sesuai zonasi tidak diakomodir, dan justru peserta didik yang berdomisili di luar zonasilah yang lulus di SMP Negeri 2 Mimika.

Sejumlah orang tua peserta didik juga mengaku sempat mendatangi sekolah yang dituju kendati justru terjadi kesalah pahaman, dimana sekolah yang dimaksud justru tidak dikonfirmasi terlebih dahulu serta tidak memiliki kesepakatan sebelumnya dengan SMP Negeri 2 Mimika terkait mekanisme tersebut.

“Sebenarnya sudah ada perintah dari dinas bahwa siswa yang tidak terakomodir dari SMP Negeri 2 dialihkan ke SMP Negeri Koperapoka dan SMP Negeri 8, hanya saja guru-guru disana atau panitia disana belum memahami petunjuk atupun instruksi dari dinas,” kata Mathius membenarkan.

“Karena pembatasan daripada jumlah siswa maka perintah dari dinas kelebihan dari siswa itu diarahkan ke SMP Negeri Koperapoka dan SMP Negeri 8,” tambahnya.

Mathius menegaskan, sesuai data yang ia peroleh dari panitia jumlah siswa yang terdaftar masih sesuai dengan kuota yang penerimaan dan sesuai dengan prosedur yang ada.

“Sesuai dengan kenyataan hanya 350, belum ada tambah satu atau tambah dua belum ada, kecuali ada petunjuk dari dinas tambah baru kita tambah karena kita tidak berani ambil keputusan tanpa ada petunjuk dari pimpinan kita,” tegasnya.

Mathius meminta kepada masyarakat agar dapat memahami, penerimaan peserta didik baru itu terdapat empat kriteria yang mestinya dipahami, yakni zonasi, afirmasi, perpindahan dan prestasi.

Adanya afirmasi dan prestasi agar dapat mengakomodir peserta didik yang tergolong tidak mampu dan membutuhkan perhatian walaupun berada diluar zona, hal ini juga diutamakan bagi orang asli Papua.

“Kadang-kadang orang bertanya kenapa ada orang luar masuk, padahal itu sesuai dengan verifikasi nilai mereka masuk dalam prestasi dan afirmasi karena orang-orang yang dianggap kurang mampu bisa juga direkrut walaupun diluar zona, kalau kita lihat lebih banyak orang Papua daripada pendatang yang masuk di SMP Negeri 2 sekarang, kemarin saya ambil data dari panitia 190 sekian, sehingga pendatang tinggal 100 lebih,” tandas Mathius.

Pihak sekolah berjanji akan memperjuangkan 47 peserta didik yang belum terakomodir tersebut untuk bisa melanjutkan pendidikannya di jenjang sekolah menengah pertama di SMP Negeri 2 Mimika.

Penulis: WahyuEditor: Sani
WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE
%d blogger menyukai ini: