fbpx

Tidak Ada Kata Menyerah Walau Dalam Keterbatasan – Review Movie Joose to Tora to Sakana-tachi

Timika, APNJosee to Tora to Sakana-tachi, salah satu Movie Anime yang sangat saya nantikan kemunculannya. Akibat pandemi, film ini harus diundur. Setelah lama menunggu, akhirnya yang ditunggu-tunggu Josee to Tora to Sakana-tachi pun telah rilis. Film ini sangat saya rekomendasikan untuk ditonton karena begitu banyak pelajaran yang bisa diambil dari film ini. Berikut ini Review Josee to Tora to Sakana-tachi.

Sebenarnya Movie live action Josee to Tora to Sakana-tachi pernah dirilis pada tahun 2003, bahkan pernah di-remake ke dalam film versi Korea yang diberi judul “Josee” pada tahun 2020. Film ini menarik untuk ditonton tidak hanya bagi penggemar Anime, tapi juga yang suka dengan cerita yang penuh dengan romansa.

Disutradarai oleh Kotaro TamuraJosee to Tora to Sakana-tachi menceritakan kisah asmara yang berkembang antara Tsuneo Suzukawa yang disuarakan oleh Taishi Nakagawa dan Kumiko Yamamura yang disuarakan oleh Kaya Kiyohara atau Josee.

Tsuneo adalah seorang pemuda yang sangat menyukai laut dan kegiatan menyelam memiliki impian untuk mendapatkan beasiswa di Meksiko. Pada suatu malam Tsuneo mengalami pertemuan dramatis, dimana ia bertemu dengan perempuan yang “terjatuh” dari kursi rodanya sewaktu pulang. Perempuan itu bernama Kumiko, namun ia lebih senang dipanggil Josee (seperti nama karakter di salah satu buku favoritnya). Setelah kejadian tersebut nenek Josee menawari pekerjaan kepada Tsuneo untuk merawat cucunya. Pertemuan secara tidak sengaja tersebutlah yang menjadi awal dari kisah cinta mereka berdua lengkap dengan segala lika-liku masalahnya.

Josee, the Tiger and the Fish” atau dalam bahasa Jepangnya “Josee to Tora to Sakana-tachi” memiliki cerita yang sangat bagus, bukan hanya dari segi romansanya saja tetapi juga mempunyai pesan bahwa mengejar impian itu penting dan kita harus meraihnya. Baik Josee maupun Tsuneo masing-masing mempunyai impian yang indah dan mempunyai tantangannya tersendiri.

Tsuneo yang digambarkan sebagai seseorang yang penuh semangat dan rajin serta mempunyai cita-cita tinggi tapi mengalami kesulitan keuangan agar dapat mencapai impiannya. Sebaliknya Josee digambarkan sebagai gadis yang pemarah dan tertutup. Josee yang diceritakan lumpuh sejak lahir lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah dibawah pengawasan ketat neneknya. Ia sebenarnya bercita-cita hendak menjadi pelukis tapi mengalami “keraguan” yang mendalam termasuk salah satunya karena keterbatasan fisiknya.

Mereka awalnya tidak akur, hubungan mereka layaknya kucing dan anjing. Tetapi dengan lebih banyak menghabiskan waktu bersama, mereka lebih banyak belajar satu sama lainnya tidak hanya harapan mereka tetapi juga impian mereka. Dan terutama Josee yang mulai secara perlahan mulai membuka dirinya tidak hanya kepada Tsuneo tapi juga mulai berani menjelajah dunia luar. Selain itu juga secara lambat namun pasti perasaan cinta mulai tumbuh di antara mereka.

Anime romantis ini memiliki plot yang tersusun dengan rapi, di mana adegan-adegan yang berlangsung terhubung satu sama lainnya dengan cukup mulus. Sebagai sebuah anime, “Josee, the Tiger and the Fish” dapat berbicara banyak tentang emosi dan empati yang kita rasakan dapat terhubung dengan orang-orang di sekitar kita, dan dapat menjadikan kita jauh lebih baik ke depannya.

Poin tambahan ketika menonton film ini adalah visual. Dengan sejarah yang cukup baik, studio Bones mampu membawakan segala hal yang terbaik dalam studio ini menjadi karya yang indah untuk dinikmati. Mulai dari visual lingkungannya hingga detail karakternya membuat dunia film ini terasa hidup. Dalam pemandangan ini, penonton selalu disajikan pandangan dunia dari sisi Tsuneo dan juga Josee. Di mana masing-masing memiliki keindahan dan kesedihan sendiri.

Lagu penutup yang dibawakan oleh Eve berjudul Ao no Waltz sangat populer bahkan sebelum filmnya dirilis dan menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang menonton film ini. Lagu ini sangat enak untuk didengar.

Film mengajarkan bahwa dunia itu luas dan tidak semua yang ada di dunia ini dibuat untuk keinginan seseorang. Baik itu Josee ataupun Tsuneo, terkadang dunia dapat terasa jahat layaknya seekor “harimau” dalam hutan dan indah seperti seekor “ikan” yang berenang di lautan.

Saya tidak akan membahas terlalu banyak detail disini karena saya ingin kamu menikmatinya. Bahkan jika kamu belum pernah menonton Anime sebelumnya, saya yakin kamu akan sangat menyukainya.

Secara keseluruhan, ini adalah film yang sangat bagus karena saya dapat memahami bagaimana keterbatasan yang dimiliki oleh seseorang bukanlah sebuah halangan untuk menggapai impian. Semoga ulasan ini dapat bermanfaat bagi kamu. Jika kamu penasaran dengan filmnya silahkan sedot saja disini ^_^ (T10)

Leave a Reply

error: Hak Cipta antarpapuanews.com
WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE
%d bloggers like this: