Tekankan Pentingnya Pertolongan Pertama Pada Atlet, KONI Mimika Gelar Basic Life Support

banner

Timika, antarpapuanews.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mimika menggelar pelatihan Basic Life Support (BLS) guna melatih anggota KONI saat menemukan keadaan kegawatdaruratan dalam sebuah pertandingan.

Penanggung jawab kegiatan atau Ketua Penyelenggara Dr. Nur Nissa Salim mengatakan tujuan kegiatan adalah mengajarkan peserta bagaimana melakukan pertolongan pertama saat terjadi kegawatdaruratan dalam sebuah pertandingan atau event olahraga.

Selain hal tersebut, Nur juga mengungkapkan tujuan kegiatan lainnya adalah dalam rangka persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang akan digelar di Mimika, Oktober mendatang. Pihaknya berharap materi yang disampaikan menjadi materi penting yang dimiliki tiap cabor yang ada di Timika.

“Pesertanya dari seluruh cabang olah raga yang dinaungi oleh Koni cabang Mimika,” ungkapnya saat ditemui wartawan di Hotel Horison Ultima, Sabtu (5/12).

Suasana pelatihan Basic Life Support, yang digelar di Hotel Horison Ultima

Ia menambahkan dalam kegiatan BLS yang menjadi Instruktur berasal dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Narasumber yang diundang yakni dr. Yohannes Toban Layuk Allo, Johan Berwulo, dan Thomas Hernatus Asandi

“Materi yang disampaikan itu tentang penanganan cedera dan pemindahan korban, artinya dalam cabor tertentu apabila mengalami cedera yang fatal akan diajarkan cara penanganan pertamanya, dengan cara bagaimana yang aman untuk memindahkan korban,” jelasnya.

Materi lain yang disampaikan adalah untuk penanganan tentang pingsan dan tersedak. Sehingga peserta tahu apabila ditemukan seseorang atlet yang pingsan dan tersedak pertolongan pertama apa yang harus dilakukan.

“Paling penting adalah bantuan hidup dasar yang diajarkan adalah cara memijat jantung yang benar,” paparnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum PB PON XX Sub Mimika, Caesar Avianto Tunya mengatakan pelatihan yang dilaksanakan sangatlah penting untuk dilakukan, terutama untuk menyambut persiapan menjelang PON.

“Ini adalah pelatihan awal, nantinya akan ada lanjutan kembali kedepan,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Menurut Caesar adanya pelatihan yang dilaksanakan dapat memberikan pengetahuan dasar terhadap penanganan apabila terjadi insiden baik dalam persiapan, latihan, dan pertandingan.

“Kita tidak berharap adanya hal itu (insiden) tetapi kita kan tidak tahu. Maka dari itu butuh pelatihan BLS. Sehingga perlu kita bekali,” paparnya. (Eye)

Tinggalkan Pesan Anda