fbpx
Umum  

Sub PB PON XX Mimika dan Dinkes Jamin Pemberlakuan Protokol Kesehatan Kegiatan Gebyar PON XX

Timika, APN – Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PON XX) Klaster Mimika dan Dinas Kesehatan akan memastikan protokol kesehatan ketat dalam acara Penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua pada tanggal 15 Oktober 2021 yang rencananya akan ditutup dengan pergelaran Gebyar PON.

Sekretaris Umum (Sekum) PB PON XX Papua Sub Mimika Caesar Avianto Tunya

Sekretaris Umum (Sekum) PB PON XX Papua Sub Mimika, Caesar Avianto Tunya mengatakan Gebyar PON yang akan  dilaksanakan di Lapangan Timika Indah dengan menghadirkan band D’ Masiv dan Mitha Talahatu itu sebagai Happy Ending dari semua rangkain kegiatan yang dilaksanakan di Mimika.

Caesar menjelaskan seharusnya Gebyar PON ini dilakukan sebelum pelaksanan PON namun saat itu Mimika masih berada pada PPKM Level 3 sehingga itu menjadi pertimbangan dan Gebyar PON dilaksanakan pada akhir PON.

“Penutupan PON yang ditandai dengan Gebyar PON ini juga bertepatan dengan hari ulang tahun Bupati Mimika, Eltinus Omaleng yang juga selaku ketua PB PON XX Papua Sub Mimika,” kata Caesar dalam konfrensi pers yang dilaksanakan di Media Center jalan Cendrawasih Sp2, Kamis (14/10/2021).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra yang juga selaku ketua bidang kesehatan PB PON XX Papua sub Mimika mengatakan pelaksanaan Gebyar PON sebagai salah satu rangkian penutupan PON XX Papua akan lebih mengutamakan protokol kesehatan.

Semua peserta dan penonton yang  akan menyaksikan Gebyar PON wajib menunjukan sertifikat vaksin.

“Kita akan batasi peserta yang masuk dan pelaksanaanya kita pakai sistem zonasi, area panggung, penonton dan pintu masuk, jadi akan lebih tertata,” ungkap Reynold.

Rey memastikan pelaksanaan Gebyar PON tidak akan terjadi kerumunan masa, karena semua telah melalui koordinasi yang baik antara panitia pelaksana dan bidang kesehatan.

“Di Gebyar PON XX Papua akan lebih baik karena sudah ada koordinasi, kalau kemarin Ekspo tidak ada protokol kesehatan karena tidak da koordinasi dengan bidang kesehatan,” katanya.

Selain itu Rey menyampaikan sebelum masuk ke tempat acara, pihak event organizer dan Dinkes akan menyiapkan alat pendeteksi suhu tubuh, tempat cuci tangan, dan pemeriksaan sertifikat vaksinasi.

“Ada tim kesiapsiagaan daerah dan kesehatan juga yang berjaga, setiap zonasi juga dibatasi ada sekitar 20 meja, penonton datang, duduk sesuai nomor kursi, jadi kalau sudah terpenuhi kuotannya maka tidak boleh masuk lagi,” tuturnya. (Aji)

Leave a Reply

error: Hak Cipta antarpapuanews.com
WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE
%d bloggers like this: