fbpx

Stok Vaksin Sinovac Masih Tersedia

Timika, APN – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, menampik bila telah kehabisan vaksin.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Marcelino Mameyau mengaku memang vaksin sempat habis, namun cepat dilakukan komunikasi dengan Kementerian dan akhirnya vaksin pun kembali dikirimkan dan dipenuhi kembali.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Marcelino Mameyau. (Foto: F.Aji)

“Kita masih pakai Sinovac yang multidosis itu dan saat ini stoknya masih tersedia, karena kami cepat meminta dan langsung dikirim juga oleh Kementerian Kesehatan, tidak ada kendala apa-apa bahkan kami (Dinkes) akan mulai melaksanakan pemberian vaksin dosis kedua,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (13/4/2021).

Menurut rencana, kata Marcelino setelah melaksanakan Vaksinasi Dosis pertama untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non ASN di lingkup pemda Mimika pada Rabu (24/3/2021) hingga Sabtu (27/3/2021). Minggu depan, Dinkes menjadwalkan akan melakukan vaksinasi dosis ke dua untuk ASN dan Non ASN di lingkup Pemda Mimika.

“Rencananya, minggu depan, sekitar tanggal 19 sampai 21 April kita akan laksanakan vaksinasi dosis kedua di sini (Kantor Puspem),” terangnya

Ia menjelaskan, vaksinasi dosis kedua diberikan batas interval pemberian yakni 28 hari setelah vaksinasi pertama.

“Saat ini juga kita sedang berikan dosis vaksin kedua untuk pelayan publik lainnya seperti TNI/Polri dan Vaksin Dosis pertama untuk jamaah haji,” ujar Marsel.

Perpanjangan masa interval pemberian vaksin tersebut tertuang dalam surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/I/653/2021 terkait Optimalisasi Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19.

Adapun tiga poin utama dalam surat edaran tersebut yakni

  1. Penambahan alternatif interval penyuntikan dosis pertama dan kedua yaitu 28 hari untuk populasi dewasa (18-59 tahun). Alternatif ini dapat dipilih dalam pelaksanaan kegiatan vaksinasi yang menyasar populasi dewasa maupun lansia secara bersamaan;
  2. Vaksin Covid-19 harus digunakan secepatnya, karena memiliki masa pakai yang pendek yaitu 6 bulan sejak tanggal produksi. Dibutuhkan monitoring ketat pemakaian vaksin dalam rangka mencegah pemborosan vaksin;
  3. Optimalisasi indeks pemakaian vaksin dengan tetap menjaga mutu kualitas vaksin. Vaksin COVID-19 produksi PT Biofarma dapat dioptimalkan penggunaannya sampai 11 dosis @ 0,5 ml, sesuai dengan surat Biofarma nomor SD-023.12/DIR/111/2021 tanggal 12 Maret 2021 perihal: Penjelasan volume vaksin. (Aji-cr01)

Leave a Reply

error: Hak Cipta antarpapuanews.com
WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE
%d bloggers like this: