fbpx

Soal Vaksinasi, Assisten I Setda Mimika: ASN Harus Menjadi Contoh Masyarakat

Timika, APN – Assisten I Bidang Pemerintahan dan Kesehatan Masyarakat Setda Mimika Yulianus Sasarari menilai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Mimika harus menjadi contoh bagi masyarakat terkait dengan vaksiansi.

Assisten I Bidang Pemerintahan dan Kesehatan Masyarakat Setda Mimika Yulianus Sasarari

Sasarari mengatakan penting ASN di lingkup pemerintah daerah untuk melaksanakan vaksinasi, sebab mereka menjadi percontohan bagi masyarakat

“Kita ini sebagai pemerintah daerah, kita menyampaikan, menyuarakan (Vaksinasi) kepada masyarakat, tapi jangan sampai kita sendiri juga, masih ada yang belum divaksin,” ungkapnya saat ditemui wartawan di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimik, Senin (23/8/2021).

Ia pun mengimbau agar pimpinan OPD baik di luar maupun di lingkup Puspem untuk melakukan pendataan. Sehingga jelas alasan kenapa ASN belum mengikuti vaksinasi.

“Yang menentukan bisa dan tidaknya ada petugas screening, kita juga tidak paksakan, karena orang bisa komplain kita, jadi kembali pada diri sendiri, kita cuma mengimbau, jangan karena faktor ketakutan atau faktor lain, juga karena masih terpengaruh terhadap apa yang dia lihat di media sosial sehingga membuat dia masih ragu untuk bawa diri, untuk divaksin,” Imbuhnya.

Ditanya soal jumlah berapa ASN yang belum divaksin Sasarari mengatakan tidak mengetahui dengan pasti, namun berdasarkan penyampaian Bupati Mimika dalam rapat evaluasi tim Satuan Tugas (Satgas) covid-19 masih ada beberapa ASN yang belum divaksin.

“Kalau data sesungguhnya itu saya tidak tahu pasti jumlahnya (ASN yang belum divaksin) berapa, tapi evaluasi kemarin pak Bupati sampaikan, ada beberapa ASN di Pusat Pemerintahan maupun diluar lingkupnya, ada yang belum divaksin, atas perintah itu kemarin (Jumat) dari Dinkes melaksanakan vaksinasi di Puspem,”

Vaksinasi yang dilakukan beberapa waktu lalu kata Yulius hanya diikuti sekitar 40 sampai dengan 50 orang.

Sasarari mengaku dirinya pun sudah melakukan dua kali vaksinasi dan tidak terjadi adanya Kejadian Pasca Imunisasi (KIPI).

“Saya 59 tahun dan sudah divaksin tapi tidak apa – apa, yang penting mau siap diri. Vaksin pertama saya sama sekali tidak meraskaan apapun, vaksin kedua pun begitu, saya sehat sampai sekarang,” tutupnya. (Aji)

Leave a Reply

error: Hak Cipta antarpapuanews.com
%d bloggers like this: