Sikapi PMK Ternak, Karantina Pertanian Kelas I Mimika Bertemu Dengan Sejumlah Instansi  - Antar Papua News -
Berita  

Sikapi PMK Ternak, Karantina Pertanian Kelas I Mimika Bertemu Dengan Sejumlah Instansi 

Suasana pertemuan stakeholder di Kantor Karantina Pertanian Kelas 1 Timika, Rabu (20/7/2022). (Foto: Wahyu/APN)

Timika, APN – Karantina Pertanian kelas I Timika menggelar pertemuan dengan sejumlah instansi terkait untuk menyikapi bahaya penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kantor Karantina Pertanian kelas I Timika, Jl. Yos Sudarso, Mimika, Papua, Rabu (20/7/2022).

Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah pimpinan instansi terkait diantaranya, Kapolres Mimika yang diwakili Kasat Reskrim Polres Mimika beserta anggotanya, Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Kejaksaan Negeri Mimika.

Kepala Kantor Karantina kelas I Timika, Tasrif, kepada wartawan di ruang kerjanya mengatakan, pertemuan tersebut dalam rangka membahas tindak lanjut pembahasan penanganan wabah PMK bila masuk di wilayah Kabupaten Mimika.

“Daerah wilayah Papua ini masih rentan bebas, oleh sebab itu dengan adanya kejadian pemasukan sapi tanpa dilengkapi dokumen sertifikat dari daerah asal, sehingga menyebabkan kita yang ada membuat gerakan untuk merapatkan barisan bersama dengan instansi terkait untuk membicarakan hal-hal yang terjadi,” kata Tasrif.

Tasrif menjelaskan, saat ini animo masyarakat tentang Karantina Pertanian mulai berbeda-beda. Bahkan, ada masyarakat yang menilai pihak Karantina sering meloloskan hewan-hewan yang rentan terkena penyakit PMK tersebut secara diam-diam.

Tasrif mengungkapkan, pihaknya saat ini sedang terus berusaha untuk melakukan pencegahan melalui kerja sama dengan instansi-instansi terkait sebagaimana diketahui, Karantina Pertanian memiliki tanggungjawab penuh atas hal tersebut.

“Lebih jelasnya bahwa kami sudah melakukan semaksimal mungkin untuk menjaga daerah Kabupaten Mimika ini jangan sampai terjadi pemasukan PMK, itu harapan dari Karantina,” ujar Tasrif.

Karantina Pertanian Mimika sendiri sejauh ini, sudah mengamankan sebanyak 113 ekor sapi dan dilakukan penahanan selama tiga hari dan selanjutnya dilakukan surat penolakan namun tidak diindahkan oleh pemilik sapi. Sapi-sapi tersebut diketahui berasal dari kota Tual.

“Pada awalnya dia melalui tempat pemasukan yang tidak ada petugas dan itu tidak ditetapkan (dalam peraturan), secara kelembagaan pelabuhan Poumako kan pelabuhan yang sangat luas dan menurut saya itu pelabuhan yang tidak ditetapkan,” tutup Tasrif.

Penulis: WahyuEditor: Sani
WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE
%d blogger menyukai ini: