Polres Mimika Masih Lengkapi Berkas Kasus Arisan Bodong – Antar Papua News -

Polres Mimika Masih Lengkapi Berkas Kasus Arisan Bodong

Kasat Reskrim Polres Mimika, Iptu Bertu Haridyka Eka Anwar. (Foto: Abi/APN)

Timika, APN – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Mimika menetapkan P19 atau pengembalian berkas kasus arisan bodong. Berkas itu harus dilengkapi penyidik dari Reskrim Polres Mimika dalam jangka waktu 14 hari.

Untuk selanjutnya dengan batas waktu itu atau P20, maka penyidik wajib mengembalikan hasil penyidikan ke Jaksa jika hasil penyidikan sudah lengkap atau P21.

Oleh karena itu, apabila dengan batas masa penahanan oleh penyidik selama proses penyidikan telah habis yaitu 20 hari ditambah dengan perpanjangan masa penahanan selama 40 hari, maka tersangka akan dibebaskan demi hukum.

Sebagaimana terdapat di dalam pasal 24 ayat 1 dan 2 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Kepala Satuan Reskrim Polres Mimika, Iptu Bertu Haridyka Eka Anwar mengatakan, dalam perkara Arisan Bodong dengan 3 tersangka ini masih melakukan pemeriksaan terhadap Ahli Informasi Transaksi Elektronik (ITE) dan Ahli Pidana di Makassar dan Surabaya.

“Berdasarkan petunjuk Jaksa, kasus ini transaksi menggunakan elektronik dan menyebarkan melalui media atau media suara,” kata Bertu saat ditemui APN di Mapolres Mimika, Mile 32, Rabu (13/7/2022).

Dengan petunjuk itu, penyidik melakukan pemeriksaan terhadap pihak bank memastikan jalan transaksi para palaku dengan korban, sehingga tidak menutup kemungkinan akan ada pelaku-pelaku lain.

Selain pasal umum yang disangkakan seperti pasal 378 atau penipuan, maka kemungkinan akan masuk pasal 372 atau penggelapan dan Undang-undang ITE.

Iptu Bertu juga mengatakan pihaknya sudah memberangkatkan penyidik ke Makassar dan Surabaya untuk mengambil keterangan dari Ahli ITE dan Ahli Pidana.

“Usai penyidik melengkapi keterangan dua saksi ahli guna melengkapi berkas, pihaknya akan segera kembali melakukan tahap I ke pihak Kejaksaan,” ujarnya.

Lanjutnya, kemungkin minggu depan penyidik sudah pulang, maka sudah bisa dilakukan kembali tahap I ke Jaksa.

“Untuk tahap II, InsyaAllah bulan ini kita sudah masuk, kalau untuk lebih substansi, berarti akan ditambah pasalnya,” tutup Bertu.

Penulis: AbiEditor: Sani
%d blogger menyukai ini: