fbpx

Polisi Tangkap Dua Orang Pelaku Pembacokan Di Sp3 Mimika

Salah satu tersangka pembacokan di Sp3, jalur 2 Lokal, Jileale, Distrik Koala Kencana, Mimika Papua, berinisial HST. Foto: (Istimewa)

Timika, APN – Anggota Kepolisian Resort Mimika dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) berhasil menangkap dua orang pelaku tindak pidana penganiayaan di Satuan Pemukiman (SP) 3, Jalur 2 lokal, Jileale, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua, yang terjadi pada Senin, 9 Mei 2022 lalu.

Kedua pelaku masing-masing diketahui berinisial HST alias Emang (22) dan ST alias En (17). Salah satu pelaku berhasil diamankan polisi di saat kejadian, sedangkan satu pelaku lainnya diamankan polisi pada tanggal 10 Mei 2022, pukul 04.00 WIT (dini hari) di tempat tinggalnya di Jl. Hassanudin, Irigasi, Gang Flora, setelah polisi mengembangkan informasi yang diperoleh dari pelaku yang lebih dulu diamankan.

Kasat Reskrim Polres Mimika, Iptu Bertu Harydika Eka Anwar kepada awak media di Polres Pelayanan Mimika, Rabu (11/5/2022) menjelaskan berdasarkan keterangan, korban, saat itu Ia tengah duduk di depan rumah sambil bermain gawainya (HP), tiba-tiba lewat dua orang dengan menggunakan sepeda motor dan melakukan penganiayaan dengan menebas kepala korban menggunakan senjata tajam sebanyak satu kali.

Korban kemudian berlari memasuki rumah sambil berteriak meminta pertolongan, melihat kejadian tersebut, saksi yang diketahui berinisial KM bersama keluarga korban, langsung melakukan pengejaran namun tidak berhasil menemukan pelaku.

Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) untuk mendapatkan pertolongan.

Hasil pemeriksaan sementara, HST alias Emang perannya mengendarai sepeda motor dan membonceng saudara ST alias En yang menunggu diatas motor memperhatikan keadaan sekitar. Kemudian saudara ST alias En melakukan penganiayaan menggunakan parang terhadap korban.

Alasan yang bersangkutan melakukan penganiayaan ialah, awalnya ST diketahui sempat mabuk bersama HST. ST pun mengatakan kepada HST di hari sebelumnya, ayahnya dipukul seseorang yang diduganya merupakan warga SP3 jalur 2 lokal.

Setelah mendengarkan cerita dari ST, HST pun sempat bertanya siapa yang melakukan pemukulan terhadap ayahnya, namun tidak dijawab. ST kemudian mengajak HST lalu mendatangi korban dan langsung melakukan penganiayaan.

“Dong dua jalan, ST dia bawa motor, tapi karena berat (mabuk), setelah 500 meter diganti oleh HST. Sampai di TKP setelah porong, dia suruh lagi si Emang bawa motor lagi, setelah dia bacok sekali langsung dia pergi. Setelah jarak 500 meter tukaran lagi karena HST terlalu berat terlalu mabuk sehingga mereka tinggalkan motor di TKP dan lari ke arah hutan, tapi syukur bisa ditangkap,” kata Iptu Bertu.

“Jadi kalau saya lihat ini sebenarnya ini hanya informasi, yang maksudnya jadi alasan saja. Jadi tidak dibenarkan tanpa kejelasan, ada atau tidak pemukulan, dia langsung ikut saja lalu potong,” sambung Bertu.

Bertu menambahkan, alasan pelaku melakukan penganiayaan tidak murni. Namun Ia membenarkan sebelumnya terjadi masalah antara kedua belah pihak yang sudah diselesaikan di Polsek Kuala Kencana. Hal itu tidak ada sangkut pautnya dengan yang diceritakan oleh ST kepada HST terkait pemukulan yang dialami ayahnya.

“Tidak ada. Ada permasalahan satu hari sebelumnya di Polsek Kuala Kencana terkait yang ada ribut juga antara masyarakat. Tapi itu sudah diselesaikan kemudian itu antara anak muda saja tidak ada orang tua. Jadi saya pikir itu tidak ada sangkut pautnya, tidak ada masalah sebelumnya. Intinya ini jelas karena mabuk, pengaruh miras sehingga memberanikan diri untuk potong orang tanpa tau sebab masalah,” kata Bertu.

Atas penganiayaan tersebut, korban diketahui mengalami luka robek di kepala belakang kurang lebih 15 cm.

Kasat Reskrim juga mengatakan, pihaknya telah memberitahu kepada keluarga korban bahwasannya perkara tersebut kini sudah ditangani pihak kepolisian. Ia juga meminta agar tidak ada lagi balas membalas antara keluarga korban dengan tersangka demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.

“Kondisi korban kemarin sudah diobati, kemudian rawat jalan dan sudah pulang ke rumah dan kita bisa ambil keterangan dari yang bersangkutan,” ujar Bertu.

Sementara itu, polisi berhasil mengamankan barang bukti dari masing-masing pelaku yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka, berupa satu unit motor Yamaha Mio 125 yang digunakan kedua tersangka, pakaian dan parang.

Leave a Reply

error: Hak Cipta antarpapuanews.com
%d bloggers like this: