fbpx
Berita  

Pesan Berantai Bernarasi Memprovokasi, Yosep Temorubun Angkat Bicara

Yoseph Temorubun. (Foto: Istimewa)

Timika, APN – Menyikapi sebuah pesan berantai yang beredar di platform media sosial, yang dilakukan oknum-oknum tertentu yang diduga berisikan narasi memprovokasi, ketua Komunitas Pemuda Kei (KPK), Yosep Temorubun meminta semua pihak dengan bijak menyikapi hal tersebut.

Diduga, isi pesan tersebut menyoroti sebuah masalah yang baru-baru ini terjadi tetapi dengan mencatut nama suku. Menurut Yosep, tindakan seperti ini seringkali terjadi di lapangan dan berpotensi menimbulkan konflik di tengah kondusifnya situasi Kamtibmas di Kabupaten Mimika.

Oleh karena itu, Yosep meminta semua pihak agar dapat mengatasi hal tersebut demi kepentingan bersama serta terciptanya Kabupaten Mimika yang aman dan kondusif.

“Dalam menjaga kamtibmas di Kab Mimika diharapkan semua pihak menjaga kamtibmas di Kabupaten Mimika yang saat ini dalam keadaan kondusif, persoalan kriminal yang terjadi di masyarakat  persoalan pribadi yang terjadi di tengah masyarakat untuk tidak melibat nama suku, makamodel ego sektoral harus dihentikan karena berdampak merugikan banyak pihak,” kata Yosep saat dikonfirmasi melalui panggilan telepon. Jum’at (17/6/2022).

Yosep menuturkan, jika ada persoalan yang berkaitan dengan gangguan keamanan di tengah-tengah masyarakat seharusnya menjadi konsumsi pribadi saja dan biarkan pihak yang berwajib mengatasi hal tersebut sesuai jalur tupoksinya, serta tidk main hakim sendiri.

Ia minta agar publik lebih bijaksanan dan cerdas dalam melihat persoalan yang terjadi dilapangan, bukan dengan emosional kemudian mencatut nama-nama suku. Menurutnya, semua pihak tentunya ingin hidup rukun dan damai, kendati hal-hal yang berkaitan dengan gangguan Kamtibmas maka itu murni secara personal dan tidak melibatkan suku.

“Oleh sebab itu saya memberikan himbuan kepada publik bahwa jika ada persoalan kriminal yang terjadi di masyakat cukup pribadi tidak boleh memberikan pernyataan di whatssap dengan berbagai pesan berantai antara suku A dan Suku B, karena pesoalan yang terjadi murni pribadi dan tidak boleh melibatkan nama suku,” tutur Yosep.

“Hal ini perlu saya ingatka  karena ketika terjadi persoalan di lapangan selalu membawa nama suku ini yang perlu dihindari sehingga tidak menimbulkan gesekan..harapan saya semua elemen masyarakat memberikan pemahaman kepada warga sehingga menghentikan ego sektoral yang berimplikasi menimbulkan kegaduhan di publik,” sambungnya.

Pesan berantai dengan narasi memprovokasi ini diduga kerap terjadi dengan mencatut nama suku, ras hingga agama. Oleh karenanya, Yosep mengimbau agar hal tersebut tidak lagi terjadi serta meminta pihak yang berwajib dengan tegas menyikapi persoalan yang dimaksud.

Writer: WahyuEditor: Sani

Leave a Reply

error: Hak Cipta antarpapuanews.com
WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE
%d bloggers like this: