Penyidikan 6 Anggota TNI Tersangka Mutilasi Telah Selesai – Antar Papua News -

Penyidikan 6 Anggota TNI Tersangka Mutilasi Telah Selesai

Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen M. Saleh Mustafa bersama jajaran Pomdam XVII/Cenderawasih saat di Rimba Papua Hotel Timika beberapa waktu lalu. (Foto:Abi/APN)

Timika, APN – Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Kav Herman Taryaman menyatakan, Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih telah menyelesaikan penyidikan pada 6 anggota TNI AD yang jadi tersangka kasus mutiliasi di Mimika.

“Selanjutnya untuk berkas perkara tersangka Mayor HFD telah diterima Pomdam XVII/Cenderawasih untuk dilakukan penelitian kelengkapan persyaratan formil dan materiilnya dan akan dilimpahkan ke Kaotmilti IV-Makassar,” kata Letkol Kav Herman pada keterangan tertulis yang diterima redaksi APN, Selasa (20/9/2022).

Letkol Kav Herman mengatakan, perkara Kapten Inf DK dan 4 prajurit lainnya hingga saat ini masih dalam proses resume dan melengkapi administrasi berkas perkara dan direncanakan pada Rabu, 21 Sept 2022 akan dilimpahkan ke Pomdam XVII/Cenderawasih untuk dilakukan penelitian syarat formil dan materiil selanjutnya dilimpahkan kepada Kaotmil IV-20 Jayapura.

Diketahui, keenam prajurit tersebut inisial Mayor Inf HFD, Kapten Inf DK, Praka PR, Pratu RAS, Pratu RPC dan Pratu ROM. Dari keenam prajurit tersebut, saat ini 3 orang yakni Mayor Inf HFD, Pratu RAS dan Pratu RPC telah berada di Instalasi Tahanan Militer di Waena, Jayapura.

Sedangkan 3 lainnya yakni, Kapten Inf DK, Praka PR dan Pratu ROM masih berada di Subdenpom Timika.

“Bahwa masing-masing para Oknum Prajurit TNI AD dikenakan pasal berlapis,” tegas Letkol Kav Herman Taryaman.

Tersangka Mayor Inf HFD disangkakan Pasal 365 ayat (4) KUHP jo 340 KUHP jo 339 KUHP Jo 170 ayat (1) jo ayat (2) ke-3 KUHP  jo 221 ayat (1) KUHP jo 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Psl 126 KUHPM jo 148 KUHPM.

Tersangka 5 orang, Kapten Inf DK,  Praka PR, Pratu RPC, Pratu RAS, Pratu ROM disangkakan Pasal 365 ayat (4) KUHP Jo 340 KUHP jo 339 KUHP Jo 170 ayat (1) jo ayat (2) ke-3 KUHP jo  406 ayat (1) KUHP jo 221 ayat (1) KUHP jo 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Sebagai bentuk transparasi dan akuntabilitas proses hukum, maka dilaksanakan koordinasi dan kerjasama dengan Komnas HAM RI agar diperoleh keadilan dan kepastian Hukum dari semua pihak,” ujar Letkol Kav Herman.

Selain itu, Komnas HAM RI telah memeriksa para terdakwa 3 orang di Instalasi Tahanan Militer di Waena dan 3 orang di Subdenpom Timika.

Penulis: AbiEditor: Sani
%d blogger menyukai ini: