fbpx

Penyaluran Pertalite di Mimika Dalam Pengawasan Disperindag

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Mimika, Selfina Papang. (Foto: Aji/APN)

Timika, APN – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pertalite yang beberapa waktu lalu ditetapkan sebagai Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Mimika Selfina Pappang mengatakan pengawasan wajib dilakukan oleh pihaknya terutama soal pembelian dengan jerigen.

“Ke depannya akan diberlakukan seperti solar dengan premium, bisa isi jerigen harus pakai rekomendasi dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknisnya bukan hanya dari Disperindag seperti kalau nelayan di perikanan,” katanya saat di temui di kantor Disperindag Mimika, Selasa (5/4/2022).

Selfina menambahkan dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang OPD terkait berkaitan dengan penerbitan rekomendasi.

“Mungkin dalam jangka waktu dekat kami akan mengundang semua OPD terkait, OPD teknis yang bisa menerbitkan supaya tidak terpusat di satu OPD, misalnya dinas kesehatan bisa menerbitkan rekomendasi BBM untuk penerangan, mobilisasi ke lokasi tempat tugas, terus untuk rumah sakit dan puskesmas,” ucapnya.

Soal stok BBM pertalite Selfina mengatakan saat ini masih normal sebesar 16 KL per hari bagi setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) namun stok tersebut juga dapat bertambah sewaktu-waktu bergantung pada kebijakan Pertamina.

“Stoknya masih berjalan seperti biasa masih tetap dengan kuota yang lama cuman memang akhir-akhir ini agak mungkin karena masyarakat agak kaget juga tiba-tiba beralih ke subsidi dengan kenaikan pertamax cukup besar sehingga menimbulkan kekagetan. Kebijakan itu (pertalite disubsidi) sudah berlalu di lapangan, ada teman-teman sudah ada di beberapa SPBU sekarang, tetap kita berlakukan seperti itu,” katanya.

Selfina juga menyingung tentang wacana ditertibkannyapertamini dan pedagang eceran karena hal tersebut ilegal.

“Eceran sebenarnya tidak boleh kebutuhan itu kalau mau ke ladang, atau kebutuhan mendesak. Mungkin sasaran kedepannya kita sudah membuat tim pemantau BBM ini, kalau sudah berjalan memang wacana kita mau tertibkan semua, menyangkut penjualan baik pertamini maupun dalam botolan, kan sudah ada subsidi,” tutupnya.

Adapun daftar harga BBM khusus kendaraan yakni Pertalite (RON 90): Rp 7.650 per liter, ada yang tetap, dan ada yang turun dari sebelumnya mencapai Rp 8.000 per liter di Maret 2022.

Pertamax (RON 92): Rp 12.500 – Rp 13.000 per liter, naik dari sebelumnya Rp 9.000 – Rp 9.400 per liter di Maret 2022.

Pertamax Turbo (RON 98): Rp 14.500 – Rp 15.100 per liter, tetap atau tidak berubah dari Maret 2022.

Solar/Biosolar (Subsidi): Rp 5.150 per liter, tetap. Dexlite (CN 51): Rp 12.950 – Rp 13.550 per liter, tetap dari periode Maret 2022.

Pertamina DEX (CN 53): Rp 13.700 – Rp 14.300 per liter, tetap dari periode Maret 2022.

Writer: AjiEditor: Sani

Leave a Reply

error: Hak Cipta antarpapuanews.com
WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE
%d bloggers like this: