Pemkab Mimika Turunkan Tim Terpadu Awasi Penyaluran BBM

Petugas Tim Terpadu saat mengawasi pengisian BBM bersubsidi di SPBU Nawaripi, Mimika, Jumat (2/11/2022). (Foto: Aji/APN)

Timika, APN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika menerjunkan tim terpadu untuk melakukan pengawasan terhadap penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi berjenis Pertalite dan Solar, menyusul antrian panjang yang selalu terjadi. Pengawasan tersebut dilakukan disetiap SPBU di Kabupaten Mimika.

“Sesuai dengan hasil rapat kita dengan Plt Bupati, Pj Sekda, itulah yang kita laksanakan untuk penertiban ini, kita berharapnya continue (berlanjut), ini kita baru memulai dengan tim dari teman-teman satpol PP juga ada Disperindag, Perhubungan, TNI dan Polri,” ungkap Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika Hendrik Hayon, saat ditemui di SPBU Nawaripi, Jumat (2/11/2022).

Hendrik melanjutkan tujuan dilaksanakannya pengawasan agar penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran, mengurai antrian panjang yang sering terjadi di SPBU. Selain beberapa tujuan diatas tim juga melakukan pemeriksaan surat-surat kendaraan.

“Kita itu mengurai kemacetan terus pengawasan BBM tepat sasaran, itu sudah kami lakukan sesuai tupoksi kami dari disperindag agar setiap pemilik kendaraan untuk melengkapi surat-surat makanya kami semua dengan tim terpadu, jadi tim perhubungan menanyakan surat kendaraan saat mengisi itu juga diperhatikan dalam penertiban kami ini, termasuk nomor polisi apakah plat luar atau Mimika, kemudian KIR nya mati atau tidak,” paparnya.

Tim terpadu kata Hendrik juga mengawasi kendaraan dinas agar tidak melakukan pengisian menggunakan BBM bersubsidi.

“Sasaran kami itu selain penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran itu sendiri, kemudian kendaran plat merah sesuai dengan aturan (tidak boleh mengisi BBM bersubsidi) tapi ada kendaraan dinas yang dikecualikan seperti pemadam, ambulans, truk sampah itu subsidi karena pelayanan,” ungkapnya.

Hendrik memaparkan kendaraan dinas yang dimaksud adalah kendaraan milik Pemerintah Daerah, TNI dan Polri.

“Kami juga beri sosialisasi kepada kendaraan berplat luar Mimika untuk mengisi BBM non subsidi karena kuota subsidi ini kan dihitung dari jumlah kendaraan yang ada, khususnya yang ada di Samsat, nah yang dari plat luar ini kan tidak bayar di Mimika, bukan tidak boleh mengisi, boleh tetapi non subsidi,” jelasnya.

Ditanya soal kendaraan yang tidak memiliki surat-surat Hendrik maka harus mengisi BBM non subsidi. “Jika surat-surat itu tidak ada maka harus beralih ke non subsidi,” tegasnya.

Sementara itu Sales Branch Manager IV Papua PT Pertamina Patra Niaga, Nanda Septiantoro menyebutkan kuota BBM bersubsidi di Mimika khusus pertalite setiap SPBU pihaknya memberikan jatah 16-24 ton sementara bio solar sebanyak 8-16 ton per hari.

“Kami sangat terbantu dengan adanya tim terpadu yang turun melakukan pengawasan,” ujarnya saat dihubungi melalui pesan singkat.

Penulis: AjiEditor: Sani

Tinggalkan Pesan Anda