Pemkab Gelar Rakor Pemekaran Provinsi Papua Tengah

Timika, APN – Pemerintah Kabupaten Mimika mengundang sejumlah Tokoh kerukunan masyarakat, adat, dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) khususnya Kabupaten Mimika guna membahas rencana pemekaran Provinsi Papua Tengah. Kegiatan ini digelar di Hotel Cendrawasih 66, Selasa (26/1).

Bupati Mimika Eltinus Omaleng seusai memimpin rapat mengatakan alasan digelarnya rakor adalah karena Pemkab menilai Mimika, beberapa Kabupaten lain yang termasuk dalam wilayah adat Domberai harus berdiri sendiri sebagai satu kesatuan Provinsi Papua Tengah, bukan di bawah atau tergabung dalam wilayah adat Mepago dan Lapago.

Foto: Fachruddin Aji (Bupati dan Wakil Bupati berfoto bersama dengan tokoh adat, masyarakat, dan pihak terkait lain)

Kemarin ada wacana terkait dengan Provinsi Papua Pengunungan Tengah, yang dicanangkan oleh Mepago dan Lapago Mimika masuk di dalam itu, tetapi kami (Pemkab) menolak. Kami akan berdiri sendiri dengan wilayah Domberai bukan Mepago,” tegasnya.

Lanjutnya wilayah Domberai terdiri dari Fak-Fak, Kaimana, Nduga, Mimika. Serta menurut rencana Mimika sendiri yang akan berdiri sebagai Ibu Kota Provinsi.

Setelah ini kami (Pemkab) akan segera berkomunikasi dengan Kabupaten Fak-Fak dan Kaimana, kapan mereka punya waktu nanti kita akan bikin rapat seperti ini lagi (Rapat Koordinasi),” terangnya.

Bupati menjelaskan jika pihaknya sudah melakukan komunikasi sebelumnya dengan Kabupaten terkait. Bahkan Ia mengklaim dua Bupati sudah memberikan persetujuan.

Bupati Kaimana dan Fak-fak sudah setuju,” ujarnya.

Menurut Bupati, pencanangan Provinsi Papua Tengah sejatinya telah diatur dalam UUD 1945 yang ditetapkan pada tahun 1999 lalu.

Jadi rencananya nanti pemekaran Provinsi Papua Tengah itu ada empat Kabupaten dan satu kota madya, sehingga sudah memenuhi syarat,” ujarnya.

Rencana pemekaran Provinsi Papua Tengah sendiri menurut Bupati harus segera dikebut dalam hal pemenuhan administrasi. Ia menargetkan nama Provinsi Papua Tengah sudah resmi dan berdiri pada Maret 2021 mendatang.

Alasan lain yang mendasari Mimika dan beberapa Kabupaten tetangga ingin berdiri sendiri dalam wilayah Domberai kata Bupati adalah karena adanya perbedaan adat dan budaya dengan Mepago dan juga Lapago.

Ditanya terkait dengan kesiapan administrasi Mimika sebagai kota madya dan ibu kota nantinya, Bupati mengatakan Mimika sudah siap sepenuhnya.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan secara studi Mimika sudah layak dan dari berbagai sisi, Mimika dinilai sudah siap untuk menjdi Ibu kota dalam rencana pemekaran Provinsi Papua Tengah.

Senada Ketua DPRD Mimika Robby K Omaleng mengungkapkan berdasarkan sejarah, rencana pemekaran Provinsi Papua Tengah sudah dicanangkan sejak tahun 1999.

Ia menilai usaha rencana pemekaran tidak akan dapat berjalan tanpa adanya Lembaga adat yang berperan penting dalam usaha pemekaran, Robby pun berjanji DPRD akan mendukung Lembaga adat. (Aji-cr01)

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE
%d bloggers like this: