Pekerjaan dan Penyerapan PUPR Lambat Karena Perubahan PPN - Antar Papua News -
Berita  

Pekerjaan dan Penyerapan PUPR Lambat Karena Perubahan PPN

Kepala Dinas PUPR Mimika Robert Mayaut. (Foto: Aji/APN)

Timika, APN – Penyerapan anggaran dan pengerjaan fisik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mimika dikarenakan adanya perubahan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 10 menjadi 11 persen.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mimika Robert Mayaut saat ditemui di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (18/7/2022).

“Kami lamban pertama karena perubahan PPN dari 10 % menjadi 11% sehingga Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang sudah dibuat itu dibongkar lagi, nah setelah barang (RAB) sudah jadi kemarin harga barang berubah khususnya semen dan besi, akhirnya penyesuaian lagi, dan terakhir sudah jalan dan lelang, ada lagi konsekuensi akibat berubahnya harga BBM non subsidi, kita tidak bongkar (RAB) lagi nanti kita tidak jalan,” ujarnya.

Robert menambahkan selain kendala tersebut, pihaknnya juga harus membuat RAB atau perencanaan bagi pembangunan yang berasal dari pokok pikiran (pokir) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

“Teman-teman (DPRD) ini kan usul nilainya saja, tidak ada RAB, jadi kita minta konsultan untuk turun, mendesain seperti kebutuhan uang yang dimasukan, misalnya memang benar jalan ini nilainya segitu, nah itu dipastikan ada lebih atau kurang itu yang kendala di kita,” katanya.

Robert menyebut untuk menghindari keterlambatan penyerapan anggaran dan pekerjaan fisik, Bupati menginstruksikan agar pendanaan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dilakukan lelang mendahului.

“Jadi lelang itu dilakukan sebelum APBD (disahkan) nah berkontraknya setelah APBD ditetapkan, karena DAK kan dasar hukumnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nya sudah keluar, itu bisa,” paparnya.

Robert menyebutkan penyerapan anggaran dari Dinas PUPR memang masih diangka satu persen dari anggaran 700 miliar di Tahun 2022, namun pekerjaan fisik masih terus dikerjakan.

“Kalau nanti (kontraktor) Jalan Cenderawasih melakukan penagihan penyerapan kita langsung naik menjadi 17 persen, jadi mereka blm menagih saja,” kami tegaskan juga agar kontraktor tidak boleh menagih diakhir tahun,” katanya.

Penulis: AjiEditor: Sani
WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE
%d blogger menyukai ini: