Pedagang Kaki Lima di Mimika Keluhkan Kenaikan Harga LPG - Antar Papua News -

Pedagang Kaki Lima di Mimika Keluhkan Kenaikan Harga LPG

Nia saat sedang mempersiapkan barang dagangannya di Sentra Kuliner, Pasar Sentral Timika Papua. Kamis (21/7/2022) malam. (Foto: Wahyu/APN).

Timika, APN – Naiknya harga LPG rupanya sangat berdampak bagi pedagang kaki lima yang berjualan dengan menggunakan LPG nonsubsidi. Sejumlah pedagang di Sentra Kuliner Pasar Sentral Timika saat ditemui antarpapuanews.com, Kamis (21/7/2022), mengeluhkan hal tersebut.

Menurut mereka, kenaikan harga LPG nonsubsidi tersebut sangat berbanding terbalik dengan pendapatan mereka per harinya. Selain harga LPG yang melunjak, mereka juga harus mempertahankan harga serta porsi jualan ditengah tingginya harga LPG nonsubsidi.

“Naiknya terlalu tinggi, apalagi yang gas besar itu (tabung 12 kilogram) mahal sekali,” kata Syarif, seorang pedagang yang berjualan di kawasan Sentra Kuliner Pasar Sentral Timika Papua.

Dampak dari kenaikan harga LPG nonsubsidi tersebut juga turut dirasakan pedagang lainnya.

“Dulu saya beli Rp.195.000 tapi katanya naik lagi, kayak bagaimana e, baru gasnya cepat habis,” ujar Nia, pedagang yang juga berjualan di Sentra Kuliner Pasar Sentral Timika.

“Belum lagi harga jualan tetap kita pertahankan dengan porsinya, dengan besarnya begitu, tetap kita pertahankan,” tambahnya.

Selain harga LPG yang naik, kondisi pengunjung di Sentra Kuliner Timika belakangan ini juga turut memprihatinkan. Tak jarang pedagang mengeluh akan hal itu, selain itu juga kondisi cuaca yang tidak bersahabat juga menjadi keluhan tersendiri mereka.

“Mana musim hujan lagi, coba kalau tidak musim hujan, pengunjung juga belakangan sepi,” kata Nia.

Sebelumnya, harga gas elpiji kembali meroket di Mimika setelah PT Pertamina Persero kembali menaikkan harga LPG Nonsubsidi per 10 Juli 2022 dengan alasan perusahan menyesuaikan dengan harga minyak dan gas dunia.

Di Kabupaten Mimika, gas LPG dengan harga awal berada di kisaran Rp.330.000 kini naik menjadi Rp.345.000 untuk harga outlet, sementara untuk harga eceran kini naik menjadi Rp.355.000. Harga ini disesuaikan suplayer dengan harga yang ditetapkan oleh PT Pertamina (Persero) ditambah tarif pengiriman menggunakan jasa ekspedisi yang juga membikin geleng kepala.

Penulis: WahyuEditor: Sani
WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE
%d blogger menyukai ini: