fbpx

Oknum Penjual Amunisi ke KKB Dituntut 6 Tahun Penjara

Timika, APN – Dua oknum Polri yang terlibat kasus penjualan amunisi kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dituntut hukuman enam tahun penjara. Sidang pembacaan tuntutan itu dilaksanakan di Pengadilan Negeri Nabire, Kamis (17/02/2022).

Kepala Kejaksaan Negeri (KAJARI) Nabire, Muhammad Rizal menerangkan, tuntutan dibacakan kepada kedua terdakwa yakni JPO dan AS usai menjalani sejumlah pemeriksaan fakta dan bukti-bukti yang dihadirkan di persidangan.

“Tadi pagi baru selesai jalani pembacaan tuntutan. Keduanya dituntut 6 tahun penjara,” terang Rizal yang ditemui di Mimika, Kamis (17/2/2022)

Rizal menjelaskan, barang bukti yang dihadirkan dalam persidangan rencananya akan dirampas untuk dimusnahkan. Sementara barang bukti lainnya berupa uang tunai, selanjutnya dikembalikan ke Negara. Hal itu berdasarkan Pasal 1 dan Pasal 2 Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Menurutnya, sejak Maret 2021 saat ia menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Nabire, pihaknya telah menangani sebanyak empat kasus pelanggaran UU darurat tersebut.

“Ada empat atau lima kasus. Dengan pelaku yang berprofesi bervariasi. Ada warga masyarakat sipil, ada oknum polisi, lagi-lagi saya katakan oknum. Ada yang menjual amunisi, ada yang menjual senjata api. Ini menjadi isu nasional,” kata Rizal.

Kejaksaan Negeri Nabire menaungi sejumlah wilayah yang cukup luas. Diantaranya yaitu Kabupaten Nabire, Paniai dan Puncak Jaya.

Selain itu, rata-rata kasus yang ditangani khususnya terkait UU Darurat ini menjadi atensi Nasional.

Sementara itu, terkait dua oknum Polri yakni JPO dan AS ditangkap pada 27 Oktober 2021. Keduanya diamankan oleh Satgas Nemangkawi di Indekos, di Nabire.

JPO saat ditangkap merupakan polisi aktif dengan pangkat Brigadir yang sehari-hari bertugas di Polres Nabire. Sedangkan Bripda AS kala itu merupakan salahseorang anggota Kepolisian Resor Yapen.

Saat diamankan, dari tangan keduanya didapati uang tunai Rp12 juta yang saat itu diduga merupakan hasil dari penjualan 80 amunisi ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Leave a Reply

error: Hak Cipta antarpapuanews.com
%d bloggers like this: