fbpx

Malaria ‘Serbu’ Timika Jaya Karena Tak Patuh Minum Obat dan Pakai Kelambu

Timika, APN – Kurangnya kepatuhan minum obat dan tidak suka memakai kelambu anti nyamuk malaria menjadi sebab kuat, maraknya kasus malaria yang menyerang orang dewasa di Puskesmas Timika Jaya selama bulan Januari dan Februari 2021.

Penanggung Jawab (PJ) Malaria Puskesmasa Timika Jaya, Trivonita Bless, Amd.Kep saat ditemui APN di ruang kerjanya, Senin (15/03) mengakui, “Rincian jumlah data kasus malaria di Puskesmas Timika Jaya selama bulan Januari 2021 berjumlah 286 kasus, dengan rincian kasus Malaria Tersiana 155 orang dan Malaria Tropika 113 orang. Sedangkan Malaria Mix 11 orang dan Malariae berjumlah 7 orang.”

Dari kasus malaria pada bulan Januari yang lebih didominasi orang dewasa dengan umur 15 keatas berjumlah 179 orang, umur 10-14 tahun berjumlah 33 orang, umur 5-9 tahun berjumlah 28 orang, umur 1-4 tahun berjumlah 39 orang dan umur 0-1 tahun berjumlah 7 orang.

Pj. Malaria Puskesmas Timika Jaya, Trivonita Bless, Amd.Kep (Kanan seragam abu-abu) dan Pendamping Malaria Puskesmas Timika Jaya, Teflina Seflembolo (Kiri pakaian hitam putih). (Foto: Anis_APN)

“Rincian jumlah data kasus malaria pada bulan Februari 2021 berjumlah 672 orang dengan rinciannya Malaria Tersiana 366 kasus, Malaria Tropika 270 kasus, Malaria Mix 23 kasus, dan Malariae berjumlah 13 kasus,” jelas Trivoni.

Dari data kasus malaria pada bulan Februari ini yang lebih cenderung adalah orang dewasa dengan umur dari 15 tahun keatas berjumlah 455 kasus malaria, umur 10-14 tahun berjumlah 63 kasus, umur 5-9 tahun berjumlah 78 orang, umur 1-4 tahun berjumlah 73 orang, dan umur 0-1 tahun berjumlah 3 orang.

Ditanyai Wartawan mengapa kasus malaria di Puskesmas Timika Jaya ini lebih cenderung meningkat pada orang dewasa dengan standar umur 15 tahun keatas, Trivoni Bless dan Pendamping Malaria Puskesmas Timika Jaya, Teflina Saflembolo menambahkan, “Kebiasaan orang dewasa lebih suka melawan dalam hal ini, artinya bahwa mereka tidak mau memakai kelambu yang sudah dibagikan dari pihak puskesmas, dengan alasan bahwa terlalu panas ketika tidur memakai kelambu anti nyamuk malaria. Kedua juga tidak patuh minum obat, artinya bahwa obat yang diberikan mereka tidak minum sampai habis dan tidak mungkin anak-anaknya marah pada orang tuanya, tetapi anak-anak yang tidak minum obat, jelas pasti orang tuanya ngamuk.” (Anis-Cr02).

Leave a Reply

error: Hak Cipta antarpapuanews.com
WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE
%d bloggers like this: