Komisi C DPRD Panggil Dinkes Mimika Klarifikasi Viralnya Video Obat Bercampur Kaca - Antar Papua News -
Berita  

Komisi C DPRD Panggil Dinkes Mimika Klarifikasi Viralnya Video Obat Bercampur Kaca

Suasana RDP antara DPRD Mimika dengan Dinkes Mimika di ruang rapat komisi C DPRD Mimika, Jumat (22/7/2022). (Foto: Anis/APN)

Timika, APN – Komisi C DPRD Mimika mengundang Rapat Dengar Pendapat (RDP) Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menyusul viralnya video obat serbuk yang diduga bercampur dengan kaca yang diberikan oleh salah satu klinik swasta di Kabupaten Mimika. RDP berlangsung di Ruang Rapat Komisi C, yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi C, Aloysius Paerong, Jumat (22/7/2022).

“Mengenai temuan video yang beredar, dugaan ada obat yang tercampur dengan serbuk kaca itu, ternyata Tidak Benar alias Hoax. Kebenaran ini setelah dilakukan pemeriksaan baik dari Reskrim maupun Loka POM dan Dinas Kesehatan. Ternyata bukan serbuk kaca tetapi kristal gula,” jelas Ketua Komisi C DPRD Mimika, Aloysius Paerong kepada wartawan usai RDP.

Aloysius menyebutkan campuran gula diizinkan agar obat yang diberikan tidak terlalu pahit.

“Memang obat ini ada campuran khusus, dan pada video itu kan bentuknya seperti butir, karena karena tidak halus. Namun klarifikasinya jelasnya memang dari Dinkes dengan pihak yang melakukan pemeriksaan, ternyata itu adalah gula bukan serbuk kaca,” tegasnya.

Aloysius menambahkan menurut keterangan pihak keluarga, pelaku yang sudah merekam hingga video hoax tersebut sudah meminta maaf.

“Sudah mereka dari keluarga sudah minta maaf. Terus, mengapa kita (Dewan) lakukan cepat RDP supaya menghindari isu yang berkembang di masyarakat, dan itu sudah clear, bukan serbuk kaca karena sudah melalui pemeriksaan. Dengan adanya data dan apotiknya yang sudah dicek, hanya butir gula,” paparnya.

Dalam RDP tersebut kata Aloysius Dinkes dan Dewan membahas tentang kelangkaan obat malaria. Sebab dewan menemukan obat masih ditemukan di apotek dan klinik namun dengan harga yang tinggi. Sehingga hal tersebut dikeluhkan masyarakat.

“Ini adalah isu nasional, karena tergantung produksi obat biru di Cina, dan menurut informasi dari Kadinkes bahwa obat biru sudah ada di Jakarta tetapi belum dikirim karena belum keluar dari beacukai. Solusi saat ini, mereka gunakan obat kina,” ucapnya.

Selanjutnya Dewan dan Dinkes kata Aloysius juga membahas tentang Tunjangan Tambahan Penghasilan (TPP) yang dikeluarkan tenaga kesehatan.

“Dinkes mengatakan bahwa akan kembali dari aturan sebelumnya, tetapi kalau (tenaga kesehatan) tidak disiplin dalam bekerja maka akan diberikan sanksi, entah itu pemotongan TPP, karena tujuan dari pemberian TPP itu untuk meningkatkan kinerja, bukan hanya semata penghasilan tetapi lebih kepada menuntut, meningkatkan kinerja dalam pelayanan ke masyarakatan,” jelasnya.

Hal lain yang dibahas adalah tentang bagiamana meningkatkan fungsi puskemas. Karena selama ini banyak pasien yang harusnya bisa dilayani puskemas memilih ke klinik karena adanya kekurangan tenaga.

“Kehadiran puskemas itu untuk pelayanan kemasyarakat, sehingga fungsi puskemas harus dimaksimalkan,” kata Aloysius.

Hadir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) tersebut, Yakni Ketua Komisi C DPRD Mimika, Aloysius Paerong, Wakil Ketua, Saleh Alhamid, Sekretaris Komisi C, Novian Kulla, Herman Gafur Anggota, Eliminus B Mom, H. Iwan Anwar, Leonardus Kocu, dan Miler Kogoya, dan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika, Reynold Ubra bersama Tim Dinkes Mimika.

Penulis: AnisEditor: Aji
WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE
%d blogger menyukai ini: