fbpx

Kisah Nyata Tenggelamnya Kapal Selam, Biarlah Gelombang dan Angin yang Akan Menyampaikan Rindu Kasihku

Timika, APN – Selamat bermalam minggu sobat Apen, hujan di malam minggu, aku tak datang padamu, bukannya aku tak mau sayang, tapi hujan di malam minggu, mwehehehe. Yup, daripada hujan-hujanan di luar mending nonton aja film yang Apen rekomendasiin buat kalian.

Kursk (dirilis sebagai The Command di AS dan sebagai Kursk: The Last Mission di Britania Raya) adalah sebuah film drama Belgia-Luksemburg berbahasa Inggris tahun 2018 garapan Thomas Vinterberg berdasarkan pada buku Robert Moore A Time to Die, tentang kisah nyata bencana kepala selam Kursk 2000.

Film tersebut menampilkan Matthias Schoenaerts, Léa Seydoux, Peter Simonischek, August Diehl, Max von Sydow, dan Colin Firth. Film tersebut adalah film terakhir yang menampilkan von Sydow yang dirilis sebelum kematiannya pada 2020.

Peristiwa nyata kecelakaan kapal selam Kursk milik Rusia diangkat ke dalam film layar lebar berjudul Kursk. Film ini tayang pada 2018 di bawah arahan sutradara Thomas Vintergerg. Kisahnya berpusat pada perjuangan kru penyintas yang mencoba bertahan hidup di tengah laut dan upaya pihak militer melakukan misi penyelamatan.

Kisahnya bermula ketika kapal selam militer K-141 Kursk akan memulai pelayaran menuju laut Barents. Letnan Mikhail Averin (Matthias Scoenaerts) ditugaskan menjadi kepala unit turbin kompartemen 7. Kapal Kurks ini akan mengikuti latihan militer bersama 30 kapal perang Rusia lainnya.

Namun belum sampai tujuan, Kapal Kursk mengalami masalah teknis. Dua teknisi bernama Anton Markov (August Diehl) dan Pavel Sonin (Mathias Schweighofer) melaporkan pada Kapten Shirokov (Martin Brambach) mengenai masalah ini tapi diabaikan. Akhirnya ledakan pun terjadi, kapal jatuh ke dasar laut dan banyak anggota kru yang tewas.

Dari total 118, kini hanya tersisa 23 kru yang selamat. Mereka bertahan di salah satu kompartemen yang masih layak ditinggali. Para kru penyintas ini bertahan dari dinginnya air laut dengan persediaaan oksigen yang semakin menipis sembari menunggu datangnya tim penyelamat. Di sisi lain, kegaduhan terjadi di antara keluarga korban yang menuntut pemerintah bergerak cepat menemukan kapal yang karam.

Sementara tim penyelamat sendiri justru bergerak lamban dan pemerintah Rusia juga menolak bantuan dari negara lain. Tak kunjung ditemukan, kondisi para kru penyintas semakin memprihatinkan. Bahkan korban tewas bertambah satu orang saat generator oksigen tak sengaja meledak.

Apakah para kru penyintas ini akhirnya bisa diselamatkan?

Yup, apa yang menyebabkan kapal canggih ini bisa tenggelam? Apakah sobat Apen teringat akan sesuatu? Film ini sangat mengharukan di mana ikatan kekeluargaan sesama pelaut sangat kuat, bahkan dalam perang sekalipun, entah lawan ataupun kawan.

Apen beri rating film ini 9 dari 10, film ini recommend banget buat kalian, nich Apen kasih trailer nya juga, dan jika tertarik langsung sedot aja.

Oh ya? Jangan lupa buat kalian yang punya ide-ide luar biasa, atau rekomendasi film, dan entah apapun itu, yuk join di APN Pause, program seru dari Antar Papua News buat kalian yang ingin idenya tersalurkan melalui media. Coret-coret aja langsung di kolom komentar atau bisa juga isi form di APN Pause, form nya di link bawah ini ya?

3 Aplikasi Anti Kemacetan! Bukan Google Maps lagi!!! – Antar Papua News

Leave a Reply

error: Hak Cipta antarpapuanews.com
%d bloggers like this: