Kerjasama PUSDIP Uncen-YPMAK Bukukan Profil 113 Kampung di Mimika - Antar Papua News -
Berita  

Kerjasama PUSDIP Uncen-YPMAK Bukukan Profil 113 Kampung di Mimika

Wakil Direktur Monitoring dan Evakuasi Program YPMAK, Nur Ihfa Karupukaro, saat ditemui wartawan di Meeting Room 7 Hotel Horizon Diana Timika, Jum'at (5/8/2022). (Foto: Wahyu/APN).

Timika, APN – Sebanyak 133 kampung di Kabupaten Mimika kini memiliki dokumen profil yang valid melalui hasil survei kerja sama Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) dengan Pusat Studi Data dan Informasi Pembangunan (PUSDIP) Universitas Cenderawasih (Uncen).

Wakil Direktur Monitoring dan Evakuasi Program YPMAK, Nur Ihfa Karupukaro menyatakan, survei kampung penting namun tidak bisa dilakukan YPMAK. Sehingga harus melibatkan lembaga profesional seperti mitra kerja di Pusat Studi Data dan Informasi Pembangunan (PUSDIP) Universitas Cenderawasih (Uncen).

“Jadi tujuanya adalah menyusun progran kampung dan program lainnya seperti kesehatan, pendidikan, dan sosial ekonomi. Kami bekerjasama dengan PUSDIP Uncen untuk melakukan survei tersebut dan hasilnya diserahkan hari ini dengan sangat baik dan valid,” kata Ihfa kepada wartawan di Meeting Room 7, Hotel Horizon Diana Timika, Jumat (5/8/2022).

Ihfa menjelaskan, data ini akan jadi acuan perencanaan program YPMAK kedepan serta menjadi indikator evaluasi program. Melalui kerjasana dengan PUSDIP, kini sebanyak 133 kampung di Mimika telah memiliki profil resmi yang sudah dibukukan.

“Kita berharap dengan adanya hasil survei ini program kerja YPMAK kedepan akan tepat sasaran karena melayanai masyarakat suku Amungme dan Kamoro serta 5 suku kekerabatan lainnta itu yang sangat penting,” tutup Nur Ihfa.

Sedangkan Peneliti asal Uncen dan Ketua Jurusan Akuntansi Uncen Jhon Urasti Blesia, Phd mengatakan, tujuan kegiatan menyusun dokumen profil kampung ini guna mengindentifikasi kondisi kampung dari sisi pendidikan, kesehatan, dan ekonomi sosial masyarakat di Kabupaten Mimika, serta menjaring data dari masing-masing kampung, khususnya suku Amungme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan lainnya.

“Jadi aspek dilihat dari profil kampung adalah kependudukan di kampung, sarana dan prasarana, usaha produksi barang dan jasa, kelembagaan pemerintatahan dan adat, dan yang paling penting adalah potensi sumberdaya alam di kampung itu sendiri,” ungkap Jhon.

Jhon mengatakan, kegiatan ini sudah dilakukan sejak tahun 2021 melalui penyampaian proposal kerjasama yang selanjutnya disetujui YPMAK. Pihaknya memperkerjakan pensurvey (enumerator) yang merupakan putra-putri terbaik Amungme dan Kamoro serta 5 suku kekerabatan lainnya. Sebelum turun ke lapangan, mereka telah diberi pelatihan. Mereka melakukan pengambilan data selama 2 minggu.

“Hasilnya kami analisa dan disusun dalam bentuk laporan profil kampung itu sendiri,” ujar Jhon.

Setelah melalui proses penelitian dalam kurun waktu satu tahun lebih, hasil penelitian dalam bentuk dokumen akhirnya diserahkan kepada pihak YPMAK.

Jhon menyebutkan, jumlah kampung yang menjadi sasaran riset objek observasi sebanyak 133 kampung berdasarkan data Kemendagri di Kabupaten Mimika baik di gunung, dataran rendah, hingga wilayah pesisir.

Sedangkan urgensi penyusunan profil kampung ini nantinya bisa menjadi dasar YPMAK dalam mengidentifikasi potensi kampung dari masing-masing kampung tersebut serta bisa digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan progran YPMAK guna melalukan pengembangan terhadap masyarakat di kampung.

“Jadi nanti profil kampung ini bisa menjadi acuan program YPMAK dan pemerintah dan pihak lain kedepan karena semuanya sudah jelas dan detail,” sebutnya.

Selain itu, adapun keunggulan dari data yang dihasilkan menurut Jhon lebih koperehensif. Jhon juga menyatakan, data-data tersebut yang dihasilkan berbeda dengan data milik Badan Pusat Statistik, Dukcapil, dan Kementerian Desa.

Ia menambahkan, selain profil kampung pihakanya juga mengambil karakteristik budaya di kampung tersebut dengan melakukan wawancara mendalam kemudian dianalisa.

“Jadi data ini jauh lebih lengkap dan koperehensip dibandingkan dengan data dari sumber lainnya, semua itu sudah ada didalam buku profil dari 133 kampung di Kabupaten Mimika,” pungkas Jhon.

Penulis: WahyuEditor: Sani
WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE
%d blogger menyukai ini: