fbpx

Izin Belum Terbit, Kepolisian Amankan Pedagang Petasan

Izin Belum Terbit, Kepolisian Amankan Pedagang Petasan

Timika, APN – Kepolisian Sektor Mimika Baru melakukan razia pedagang petasan di Kabupaten Mimika.

“Kami Pawas Polsek Miru melakukan razia atas perintah Kapolres melalui Kapolsek Miru melakukan razia terhadap segala jenis petasan yang ada di Kabupaten Mimika, karena Samapi saat ini kita belum terbitkan izin penjualan petasan guna mengantisipasi terjadinya gangguan Kamtibmas yang diakibatkan oleh bunyi-bunyi ataupun ledakan petasan yang dipakai masyarakat yang mereka beli di penjual-penjual,” kata Kanit Intelkam Polsek Mimika baru, IPDA. I Putu Dhayana, Selasa (7/12/2021).

Razia tersebut dilakukan terhadap seluruh penjual ilegal maupun distributor (Agen) petasan di wilayah Kamtibmas Kabupaten Mimika.

Hal itu bertujuan untuk mengantisipasi gangguan keamanan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru karena gangguan-gangguan yang disebabkan oleh bunyi dari ledakan petasan, yang dibeli masyarakat dari para penjual petasan ilegal.

Dari hasil razia yang dilakukan Pawas Polsek Miru pada Selasa, (07/12/2021), pihak Kepolisian mendapati tiga orang pengencer yang tengah berjualan di sekitar Jl. Bhayangkara, bekas Pasar Lama, Kelurahan Koperapoka, Distrik Mimika baru, sekitar pukul, 13.00 WIT.

Ketiga penjual kemudian diamankan bersama barang bukti ke Kantor Kepolisian Mimika Baru, untuk diberikan pamahaman arahan-arahan yang berkaitan dengan izin penjualan dan lain sebagainya.

Sementara itu, dijelaskan Dhayana, Razia akan terus dilakukan sepanjang bulan Desember untuk menjaga keamanan dan ketertiban menjelang Perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Swiping ini akan terus berlanjut sehubungan dengan antisipasi jelang Natal dan Tahun Baru sehingga meminimalisir potensi gangguan Kamtibmas diakibatkan ledakan-ledakan petasan. Sementara karena sejauh ini belum ada izin, jadi pengencer maupun agen kami akan tetap razia dan kami akan kumpulkan di Polres ataupun Polsek untuk diberikan arahan dan pemahaman terkait dengan izin penjualan,” tutupnya.

Seorang penjual petasan Iwan yang ikut diamankan bersama dua orang penjual lainnya mengakui belum mendapatkan izin.

“Belum ada izin, jadi kita izinnya dari agen. Sebelumnya dari agen katanya belum keluar surat izin, makanya begini.” Ungkap Iwan kepada antarpapuanews.com.

Ia mengakui bahayanya petasan menjadi penyebab adanya larangan oleh aparat keamanan, selain itu beresiko dan berbahaya bagi anak usia dini, dan tentunya sangat mengganggu keamanan.

“Kita harus ikuti aturan, memang barang (Petasan) ini dilarang,” katanya.

Selain itu, berkaitan dengan kerugian biaya yang dikeluarkan, Ia dan rekannya hanya mengambil dari agen untuk dijual. Jika terjual 100 ribu, maka akan diambil 20 ribu sampai 25 ribu rupiah dari setengah penjualan.

“Ini (petasan) kita ambil dari agen, tapi kita ambil dulu. Bayarnya nanti setelah jualan laku. Untungnya kita hanya ambil 20 sampai 25 ribu rupiah, tidak terlalu besar,” sebutnya.

Akibat menjual petasan Iwan dan dua rekannya yang mengaku baru berjualan selama kurang lebih 3 hari terpaksa diamankan bersama dua orang penjualan lainnya ke kantor Kepolisian Sektor Miru untuk diberikan pemahaman dan arahan terkait izin penjualan petasan.

Saat ini, Pihak Kepolisian masih terus melanjutkan razia ke beberapa agen dan pengencer petasan ilegal yang belum mendapatkan izin penjualan.
(Wahyu)

Writer: WahyuEditor: Aji

Leave a Reply

error: Hak Cipta antarpapuanews.com
WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE
%d bloggers like this: