Ini Reka Adegan Pembelian Amunisi oleh Ketua KNPB Mimika

Para tersangka yang melakukan reka ulang atau rekonstruksi di Mapolres Mimika, Kamis (29/9/2022). (Foto: Abi/APN).
banner

Timika, APN – Satreskrim Polres Mimika menggelar rekonstruksi kasus pembelian amunisi oleh KKB Intan Jaya di Mimika. Kasus ini terungkap setelah Satgas Gakkum Operasi Damai Cartenz mengamankan ketua KNPB Mimika Kamis, 22 September 2022 sekitar pukul 16.30 Wit di Kampung Mimika Gunung (Jayanti) Distrik Kuala Kencana Kabupaten Mimika.

Dalam rekonstruksi di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terdapat 15 adegan yakni pada adegan pertama, dimulai pada 16 September 2022, tersangka N dan YA bertemu di acara peresmian gereja di Jayanti, saat itu N mengatakan ke YA ada peluru, namun saat itu YA mengatakan nanti akan dicek dulu.

Adegan kedua, pada 20 September 2022 YA menghubungi NO untuk memberi tahu peluru/amunisi yang di tanya waktu di acara peresmian gereja.

Adegan ketiga, pada 20 September 2022, NO menghubungi tersangka BK untuk menawarkan amunisi/peluru yang dijual oleh YA sebanyak 95 Butir dan harga perbutirnya dijual seharga Rp200 ribu, sehingga N menyuruh BK menyiapkan uang sebesar Rp19 juta.

“Besok kita mau transaksi Jam 20.00 Wit, sebelum jam 20.00 Wit saya sudah tiba di rumahmu,” kata BK

Adegan keempat, pada 21 September 2022 sekira pukul 16.00 wit, YA menuju lokasi penyimpanan peluru di Jalan Freeport Lama depan bangunan gereja baru (perumahan Lanal) tembus Mile 21, kemudian YA menggali peluru.

Setelah menggali peluru YA menelpon N kalau amunisi/peluru sudah diambil dan akan menuju kerumah NO untuk melakukan transaksi jual beli amunisi.

Adegan Kelima, pada 21 September 2022,sekira pukul 17.30 wit, YA menuju ke rumah NO menggunakan motor untuk melakukan transaksi amunisi/peluru.

Adegan keenam, 21 September 2022 sekira pukul 18.00 wit YA tiba di rumah NO, namun saat itu NO tidak ada di rumah sehingga YA menghubungi NO dan bertanya di mana.

“Saya sudah ada di rumah, saya ada duduk-duduk di dekat jembatan sambil minum kopi, oke sudah saya jalan pelan-pelan kerumah,” ucap YA kepada NO.

Adegan ketujuh, NO tiba di depan rumah dan BK tiba menggunakan mobil yang dd kendarai WB, kemudian BK turun dari mobil dan menuju ke arah NO dan YA kemudian NO, YA dan BK menuju ke pondok milik NO untuk melakukan transaksi jual beli amunisi.

Adegan kedelapan, YA menunjukkan amunisi/peluru yang terbungkus dalam plastik 95 butir.

Adegan kesembilan, setelah melihat amunisi yang ditunjukkan YA, BK mengambil uang di Tas Noken sebesar Rp19 juta dan diserahkan kepada YA.

Adegan kesepuluh, YA memberikan 95 butir amunisi ke BK.

Adegan kesebelas, setelah terjadi transaksi amunisi YA menghitung uang yang di berikan BK, sedangkan NO dan BK menghitung Amunisipeluru.

Adegan keduabelas, setelah menghitung uang, YA langsung pulang, sedangkan NO dan BK masih berada di dalam Pondok.

Adegan ketigabelas, BK menyuruh NO untuk menyimpan amunisi/peluru sebanyak 95 Butir dan NO memasukkan amunisi ke dalam tas samping warna hitam yang digunakan NO saat itu, setelah menyuruh NO menyimpan amunisi BK pulang.

Adegan keempatbelas, tidak lama BK pulang, tersangka EO (DPO) datang ke rumah NO, saat itu NO mengatakan kepada EO.

“Tadi kita baru beli amunisi tolong, ko amankan barang ini Ke PT PAL,” ujar NO ke EO

Sehingga saat itu NO menyerahkan tas samping yang berisikan 95 butir amunisi ke EO, sehingga saat itu EO langsung pergi membawa tas hitam milik NO.

Adegan kelumabelas, pada 22 September 2022, EO datang kerumah NO, saat itu EO mengatakan sesuatuĀ  ke NO. “Di PT. PAL saya cari teman dan tempat persembunyian tidak ada,” kata EO

Sehingga saat itu EO menyerahkan tas hitam kepada NO, saat itu EO menyampaikan sesuatu.

“Saya punya amunisi 18 butir juga saya simpan di dalam tas itu,” ujar EO kepadaĀ  NO.

Kronologis penangkapan ini terjadi pada hari Kamis, 22 September 2022, setelah mendapatkan informasi terkait adanya rencana Transaksi Senmu oleh Jaringan Senmu KKB Intan Jaya di Mimika.

Penulis: AbiEditor: Sani

Tinggalkan Pesan Anda