Hingga Agustus Penerimaan Negara di Mimika Capai 83,61 persen dari Target

Kepala KPPN Mimika Iwan Megawan saat memberikan keterangan dalam konfrensi pers yang digelar di Aula KPPN Mimika, Selasa (30/8/2022). (Foto: Aji/APN)
banner

Timika, APN – Penerimaan Negara sampai dengan akhir Agustus 2022, Penerimaan di Kabupaten Mimika dan sekitarnya terealisasi sebesar Rp 5,49 triliun atau mencapai 83,61% dari target sebesar Rp6,57 triliun.

“Penerimaan negara tersebut terdiri dari Penerimaan Pajak Dalam Negeri sebesar Rp 2,16 T, Penerimaan Pajak Perdagangan Internasional Rp 3,29 T dan Penerimaan Negara Bukan Pajak sebesar Rp 37,58 M,” kata Kepala KPPN Mimika Iwan Megawan melalui keterangan tertulis yang diterima antarpapuanews.com pada Sabtu (1/10/2022).

Iwan mengatakan, berdasarkan data kinerja penerimaan pajak yang terdiri dari PPh, PPN dan PPnBM, PBB (P3L) dan Pajak Lainnya bulan Januari sampai dengan Agustus 2022 berhasil mencapai realisasi sebesar Rp2.160.474.161.166 atau sekitar 64,79% dari target penerimaan tahun 2022.

Jika dibandingkan dengan realisasi penerimaan tahun 2021 pada masa yang sama yaitu sebesar Rp1.947.686.087.048, maka penerimaan pajak bulan Januari s.d Agustus 2022 mengalami pertumbuhan positif sebesar 10,81%

Kemudian Kepala KPP Pratama Ambar Ari Mulyo mengatakan, berdasarkan jenis pajaknya, kontributor terbesar dalam kinerja penerimaan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Timika pada bulan Januari sampai dengan Agustus 2022 adalah PPh Non Migas dengan realisasi sebesar Rp1.501.183.237.048 (69,48% dari total penerimaan pajak). Pada urutan kedua adalah PBB dengan realisasi penerimaan sebesar Rp439.254.008.024 (20,33% dari total penerimaan pajak). Kemudian diikuti dengan PPN Dalam Negeri dengan realisasi penerimaan sebesar Rp215.531.651.094 (9,98% dari total penerimaan pajak).

Jika dilihat dari sektor usaha, capaian kinerja penerimaan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Timika bulan Januari sampai dengan Agustus 2022 ditunjang oleh sektor Pertambangan dan Penggalian dengan kontribusi sebesar 57,64%, selanjutnya diikuti oleh sektor Konstruksi dengan kontribusi sebesar 14,95%, dan disusul oleh sektor Jasa Persewaan, Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan dan Penunjang Usaha Lainnya dengan kontribusi sebesar 5,41%.

Kemudian penerimaan Bea Masuk menurut Kepala Kantor Bea dan Cukai Mimika Rofiqi Dzikri terealisasi sebesar Rp 94,48 milyar atau mencapai 88 % dari target yang ditetapkan. Penerimaan Bea Keluar terealisasi sebesar Rp 3,19 T atau mencapai 103,1% dari target yang ditetapkan, dan Penerimaan Pabean lainnya sebesar Rp 3,3 M.

PNPB dari Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) terealisasi sebesar Rp 37,58 M atau mencapai 137,1% dari target tahun 2022.

Penulis: AjiEditor: Sani

Tinggalkan Pesan Anda