Berita  

Hingga Agustus KPPN Mimika Telah Salurkan Alokasi Belanja Negara sebesar Rp 808 Miliar 

Kepala KPPN Kabupaten Mimika, Iwan Megawan, saat ditemui di kantornya di Jalan Cendrawasih, Mimika, Senin (5/9/2022). (Foto: Aji/APN)
banner

Timika, APN – Kantor Pelayanan Perbendahaeaan Negara (KPPN) Mimika telah menyalurkan merealisasikan atau menyalurkan belanja negara sebesar Rp808 Miliar atau 48 persen dari alokasi belanja sebesar Rp1,68 triliun.

Menurut keterangan tertulis yang diterima antarpapuanews.com pada Sabtu (1/10/2022) Kepala KPPN Mimika Iwan Megawan mengatakan belanja negara tersebut terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat yang terealisasi sebesar Rp461,1 miliar (51,2%) dan Belanja TKDD yang terealisasi sebesar Rp 347.3 miliar (44,4%).

“Belanja Pemerintah Pusat terbagi menjadi Belanja Pegawai terealisasi sebesar Rp217,19 miliar (62,8%), Belanja Barang Rp180,30 miliar (55,9%), dan Belanja Modal Rp63,60 miliar (27,3%). Jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2021 pada periode yang sama, masing-masing pos belanja di Belanja Pemerintah Pusat mengalami pertumbuhan,” ucapnya.

Belanja Pegawai di tahun 2021 pada periode yang sama sebesar Rp.197,4 miliar, sehingga Belanja Pegawai bulan Januari s.d. Agustus 2022 mengalami pertumbuhan positif sebesar 10% (kenaikan sebesar Rp19 miliar).

“Namun pada sektor belanja bara terjadi pertumbuhan negatif sebesar -56 persen atau penurunan sebesae Rp227 miliar, sebab belanja barang di tahun 2021 pada periode yang sama sebesar Rp.408,1 miliar,” ucapnya.

Penurunan juga terjadi pada sektor belanja modal yang mengalami pertumbuhan negatif sebesar-62% (penurunan sebsar Rp 105 miliar), karena di tahun 2021 pada periode yang sama realisasi dapat mencapai Rp169,3 miliar.

Kemudian untuk Belanja TKDD terdiri dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, DAK Non Fisik, dan Dana Desa. DAK Fisik telah terealisasi Rp89,78 miliar (29,1%) dari pagu sebesar Rp.391,1 miliar, DAK Non Fisik terealisasi Rp47,02 miliar (60%) dari pagu sebesar Rp.78,4 miliar, dan Dana Desa telah terealisasi Rp210,61 miliar (67,5%) dengan pagu sebesar Rp.312,1 miliar.

Jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2021 pada periode yang sama, terdapat pertumbuhan pada masing-masing pos Belanja TKDD.

Realisasi DAK Fisik di tahun 2021 pada masa yang sama sebesar Rp52,09 miliar, sehingga realisasi DAK Fisik bulan Januari s.d. Agustus 2022 mengalami pertumbuhan positif sebesar 72% (kenaikan sebsar Rp37,6 miliar).

Pada tahun anggaran 2021 pada periode yang sama tidak ada realisasi DAK Non Fisik, sehingga pertumbuhan DAK Non Fisik belum dapat didefinisikan.

Sementara untuk realisasi Dana Desa di tahun 2021 pada masa yang sama sebesar Rp.201,77 miliar, sehingga realisasi Dana Desa bulan Januari s.d. Agustus 2022 mengalami pertumbuhan positif sebesar 4% (kenaikan sebsar Rp8,8 miliar).

“DAK Non Fisik berupa penyaluran Dana BOS, BOP PAUD, dan BOP Kesetaraan di Kabupaten Mimika. Untuk Dana BOS telah direalisasikan sebanyak 6 kali pencairan kepada 363 sekolah dengan nilai Rp40,19 miliar. Sedangkan Dana BoS Kabupaten Puncak telah direalisasikan sebanyak 3 kali pencairan kepada 38 sekolah dengan nilai Rp2,93 miliar,” terangnya.

BOP PAUD dan BOP Kesetaraan telah direalisas ikan kepada 117 satuan pendidikan di Kab.Mimika dengan nilai Rp3,9 miliar.

Penyaluran Dana Desa Reguler dan BLT (Bantuan Langsung Tunai) Desa Kabupaten Mimika sampai dengan bulan Agustus 2022 telah disalurkan Dana Desa Reguler Tahap 1 dan Dana Desa Tahap 2 senilai Rp 59,41 miliar. Untuk BLT Desa telah tersalurkan hingga Triwulan II dengan rincian BLT Triwulan I dan BLT Triwulan ll senilai 29,1 miliar.

Penyaluran Dana Desa Reguler dan BLT (Bantuan Langsung Tunai) Desa Kabupaten Puncak sampai dengan bulan Agustus 2022 telah disalurkan Dana Desa Reguler Tahap 1 Dana Desa Tahap 2 senilai Rp 85,98 miliar. Untuk BLT Desa telah tersalurkan hingga Triwulan II dengan rincian BLT Triwulan I dan BLT Triwulan I senilai 36,15 miliar.

Penyaluran Kredit Uitra Mikro (UMi) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) periode sampai dengan Bulan Agustus 2022 adalah untuk Kredit Ultra Mikro (UMi) telah disalurkan kepada 41 Debitur melalui PT. Pegadaian dengan nilai penyaluran Rp182 juta, sedangkan untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah disalurkan kepada 3.286 Debitur dengan nilai Rp209,5 miliar.

Penulis: AjiEditor: Sani

Tinggalkan Pesan Anda