fbpx

Hindari Kerumunan, Proses Pembagian Rapor SMA Negeri 1 Mimika Dilakukan Bertahap

Timika, antarpapuanews.com – Hindari adanya kerumunan yang kemungkinan dapat menyebabkan penularan covid-19, proses pembagian laporan hasil belajar SMA Negeri 1 Mimika dilakukan secara bertahap.

Pembagian rapor ini, dimulai dari hari Kamis (17/12)-Sabtu (19/12), dengan jadwal yaitu hari Kamis untuk kelas XII, dengan jumlah 13 kelas, dengan sesi pertama dari pukul 8.00-10.00 WIT untuk 7 kelas dan sesi kedua dari pukul 10.00-12.00 WIT untuk 6 kelas.

Kemudian dilanjutkan pada hari Jumat untuk kelas XI juga dibagi dalam dua sesi, dengan jumlah 12 kelas, dimulai dari pukul 8.00-9.30 WIT untuk 6 kelas. Selanjutnya jam 10.00-11.30 WIT untuk 6 kelas, dan hari Sabtu untuk kelas X, dibagi dalam dua sesi dari 14 kelas, dari pukul 8.00-10.00 WIT untuk 7 kelas, kemudian dari pukul 10.00-12.00 untuk 7 kelas,” jelas Boni Silaban Wakil Kepala sekolah SMA Negeri 1 Mimika di ruang guru, Jl. Yos Sudarso saat ditemui Wartawan, Jumat (18/12).

Saat ditanya mengenai nilai dari Siswa/i, dari proses pembelajaran lewat online dan bertatap muka, Boni menjelaskan bahwa, kalau untuk penilaian sekolah tetap berorientasi pada cakupan Siswa dan proses yang diikuti, tetapi memang banyak kendala yang dialami.

“Kendala yang kita alami bahkan sampai ada siswa yang tidak bisa kita berikan nilai atau belum mendapatkan nilai,” ujarnya.

Mengatasi hal tersebut Boni mengaku pihaknya akan membuat kartu program dan pernyataan yang disiapkan untuk orang tua Siswa.

“Anak yang nilainya dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), kita akan buat program matrikulasi di Januari sampai Februari 2021 mendatang. Sehingga anak-anak itu tidak ada yang tidak terlayani,” jelasnya

Boni menambahkan saat ini telah muncul kesan dari anak-anak bahwa mereka tetap akan memiliki nilai yang cukup karena adanya pandemi.

“Ada kesan di anak-anak itu bahwa sekarang ini kan nilai corona, jadi nilai kita tetap tuntas,” tegasnya.

Sementara itu, kata Boni sesuai instruksi dari Kementerian Pendidikan materi pelajaran dapat diminimalkan.

“Artinya bahwa boleh kita kurangi dari standar muatan kurikulumnya tetapi proses harus jalan. Jadi kita sudah terapkan ke anak-anak, dan juga kita sampaikan kepada orang tua lewat wali kelas dan juga sambuatan virtual dari kepala sekolah,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan bahwa anak-anak juga menyatakan lebih banyak kendala ketika mengikuti pembelajaran lewat online karena ada keterbatasan yang dimiliki dari Siswa/i ini juga. (APN2)

Leave a Reply

error: Hak Cipta antarpapuanews.com
%d bloggers like this: