fbpx

Harga Cabai di Timika usai Nataru Menurun

Rian, pedagang rempah-rempah di Pasar Sentral Timika. Sabtu, (22/01/2022).

Timika, APN – Harga cabai di Kabupaten Mimika mengalami penurunan, hal tersebut terjadi setelah terjadi penumpukan stok capai yang masih tersisa di awal tahun 2022.

Berdasarkan data yang diperoleh antarpapuanews.com Sabtu (22/01/2022), harga tersebut mengalami penurunan sejak awal Januari 2022, harga cabai yang sebelumnya melonjak naik di awal tahun 2021 tturun drastis akibat adanya penumpukan stok cabai.

Penumpukan tersebut diakibatkan kenaikan harga cabai yang terjadi beberapa waktu lalu. Alhasil, konsumen yang hendak membeli memilih mencari pedagang yang menjualnya dengan harga murah.

“Sekarang mengalami penurunan, mungkin karena sudah selesai hari raya to (Nataru).” Tutur Rian, seorang pedagang cabai yang berdagang di pasar sentral Timika.

Rian menjelaskan, harga cabai yang diekspor ke luar daerah oleh petani lokal pada saat nataru sangat tinggi. Hal tersebut mengakibatkan naiknya harga cabai.

“Karena kemarin waktu hari raya kan banyak dikirim ke luar-luar, sekarang sudah tidak ada lagi yang dikirim ke luar dari petani,” ucapnya.

Kenaikan harga cabai sebelumnya mencapai 130 ribu per kilo, harga tersebut melonjak naik dari harga sebelumnya. Akibat penumpukan yang terjadi awal Januari, harga cabai menurun hingga 70 hingga 80 ribu per kilo.

“Lebih murah dari luar, kalau dari luar biasa 60 ribu. Kalau lokal sekilo biasanya sampai 70 ribu,” ungkapnya.

Senada, seotang pedangan bumbu di pasar sentral Mimika mengatakan harga cabai 70 ribu per kilo jika mengambil dari petani lokal. Berbeda dengan Rian, Fudin mengaku lebih banyak mengambil cabai dari petani lokal.

“Jarang baru kita ambil dari luar, jarang mengimpor cabai dari luar Timika, saya baru akan diimpor, bila pasokan cabai petani lokal menurun,” paparnya.

Writer: WahyuEditor: Aji

Leave a Reply

error: Hak Cipta antarpapuanews.com
WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE
%d bloggers like this: