Genjot Pembayaran Non Tunai, Disperindag Gelar Sosialisasi ke Pedagang

Disperindag Kabupaten Mimika, perwakilan Bank Papua dan Pedagang Pasar Sentral Timika saat foto bersama usai sosialisasi di Pasar Sentral Timika, Senin (7/11/2022). (Foto: Wahyu/APN)

Timika, APN – Dalam rangka memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pembayaran non tunai dengan menggunakan QRIS, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika menggelar sosialisasi bersama para pedagang di Pasar Sentral Timika. Senin (7/11/2022).

Sosialisasi ini dilakukan bersama dengan perwakilan Bank Papua KC Timika dan diikuti sejumlah peserta pedagang di Pasar Sentral Timika.

Kepala Disperindag Kabupaten Mimika, Petrus Paliamba kepada wartawan menerangkan, tujuan utama sosialisasi tersebut yakni memberikan edukasi kepada para pedagang tentang pembayaran non tunai dengan menggunakan fitur QRIS yang tersedia di aplikasi-aplikasi digital perbankan pada umumnya.

Hal ini kata Petrus akan terus dikembangkan kedepannya. Sehingga transaksi-transaksi pembayaran retribusi juga dapat dilakukan melalui fitur tersebut.

“Justru dengan menggunakan pembayaran secara non tunai ini akan mengurangi tingkat kebocoran-kebocoran yang terjadi pada saat pembayaran tunai,” terang Petrus.

“Pedagang-pedagang yang ada di belakang ini kan selama ini pembayaran mereka dilakukan secara tunai, lewat Sosialisasi seperti ini diharapkan kepada pedagang-pedagang kita untuk bisa lebih familiar dalam penggunaan aplikasi Qris dalam pembayaran non tunai untuk terhindar dari uang-uang palsu,” sambungnya.

Sementara itu, perwakilan Bank Papua, Silvana Auparai menjelaskan, sosialisasi tersebut dapat membantu memberikan edukasi kepada masyarakat terutama para pedagang untuk lebih mengenal secara luas tentang pembayaran non tunai di era digitalisasi.

Ia juga mengatakan, hal ini juga merupakan beban moral yang tentu menjadi tugas dan tanggungjawab untuk memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat.

“Harapannya masyarakat dapat membuka hati serta mau menerima sehingga ketika zaman tersebut tiba kita tidak kaget,” ujarnya.

Kata Selvina, mengklaim keunggulan QRIS adalah membantu adanya percepatan pembayaran yang akuntabel terutama  kepada pemerintah dan akan lebih transparan kepada pengguna QRIS.

Kata dia, QRIS ini juga diharapkan dapat meminimalisir terjadinya pungutan liar terutama dalam realisasi retribusi pajak.

Penulis: WahyuEditor: Aji

Tinggalkan Pesan Anda