fbpx

Dinkes Mimika Anggarkan Rp 45 M Bangun RS Tipe D di Banti

Capt: Kadinkes Mimika Reynold Ubra Foto: Aji/APN

Timika, APN – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika akan membangun Rumah Sakit Tipe D di Distrik Tembagapura. Pembangunan akan dilaksanakan tahun ini menggunakan sumber dana Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan anggaran Rp 45 miliar.

“Untuk prasarana, dan alat kesehatannya sekitar Rp 20 Miliar, sudah proses lelang, di LPSE, kemudian model rumah sakit tipe D ini mirip puskesmas, cuman ada ruang UGD, bedahnya, ada instalasi dapurnya, 6 bangunan utama,” ungkapnya.

Lokasi pembangunan adalah di bekas rumah sakit lama yang telah dihibahkan oleh Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) dan PT Freeport Indonesia kepada Dinkes Mimika.

“Yang dulu ISOS (rumah sakit lama) sekarang dibangun pemda,” ungkapnya.

Menurut Rey rumah sakit akan dibangun dengan satu tahun anggaran sebab rumah sakit jenis tersebut bukan yang pertama di Mimika.

“Karena kriterianya adalah di daerah terpencil, tertinggal dan perbatasan, kemudian alasan lainnya adalah akse Banti untuk pendidikan dan kesehatan terbatas. Kedua, masyarakat dari kampung-kampung di Tembagapura seperti Arwanop, Baluni, Jagamin, dan Tsinga, yang akan ke Mimika kebanyakan lewat Banti. Karena transportasi udara tidak bisa menjangkau semua kampung,” jelasnya.

Koordinasi dengan aparat keamanan pun kata Rey telah dilakukan pihaknya sejak perencanaan pembangunan dilakukan sebagai bahan masukan untuk Dinkes Mimika.

Tenaga kesehatan pun kata Rey telah disiapkan dan akan diberangkatkan usai RS selesai dibangun.

“Lima dokter spesialis dasar ada. Dokter spesialis sudah banyak yang ASN juga bisa di digunakan di sana, penempatan nakes setelah sudah jadi, nakes itu sumber daya yang dimiliki daerah, dan harus dioptimalkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Mimika AKBP IGG Era Adhinata saat ditemui beberapa waktu lalu mengatakan, aparat TNI-Polri di Kabupaten Mimika siap mengamankan pembangunan RS Banti.

“Tentu kami dari unsur TNI dan Polri akan dilibatkan untuk menjaga keamanan selama proses pembangunan rumah sakit di Banti itu. Tapi yang utama jaminan keamanan itu harus datang dari masyarakat sendiri, mereka juga terlibat dalam pembangunan itu,” katanya.

Leave a Reply

error: Hak Cipta antarpapuanews.com
%d bloggers like this: