fbpx

Dinkes Evaluasi Program Pokok Puskesmas

Suasana kegiatan Pertemuan dan Evaluasi program pokok Puskesmas yang dilaksanakan di Hotel Grand Tembaga, Kamis (22/10)

Timika, antarpapuanews.com – Tujuan dilakukan evaluasi tersebut untuk melihat sejauh mana cakupan program pokok yang diselenggarakan oleh Puskemas di tahun 2020 ditengah pandemi Covid 19. Kegiatan tersebut melibatkan seluruh Puskesmas yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Mimika.

Kepala Dinkes Mimika Reynold Ubra saat ditemui usai membuka kegiatan mengatakan dengan dilakukan evaluasi tersebut diharapkan cakupan yang dilakukan dalam program tersebut sekurang-kurangnya adalah 85 persen.

Adapun program yang perlu dievaluasi adalah Kesehatan Ibu Anak (KIA), Gizi, Promosi kesehatan (Promkes), Kesehatan lingkungan (Kesling) dan Lansia.

Jika terjadi penurunan atau kurang dari 85 persen maka pihaknya akan melihat dengan pendekatan antara lain apakah di sumber daya yang tersedia baik SDM, pembiayaan, pasar dan alat dan metode yang dinilai kurang.

“Kalau memang itu terpenuhi, maka kami akan melihat di prosesnya. Apakah pada proses tersebut salah satunya strategi pendekatan yang dilakukan sesuai atau tidak dengan sumber daya yang tersedia atau kearifan dan sumber daya lokal yang yang ada di wilayah Puskesmas,” kata Reynold saat ditemui usai membuka kegiatan evaluasi yang dilaksanakan di hotel Grand Tembaga, Kamis (22/10).

Menurut Reynold cakupan di atas menjadi indikator target pada lima program pokok Puskesmas. Selain itu hasil cakupan tersebut nantinya akan di bandingkan dengan hasil cakupan tahun 2018 dan tahun 2019.

Rey mengungkapkan bahwa hasil dari evaluasi tersebut akan dijadikan data untuk strategi meningkatkan program pokok puskesmas ditahun 2021. Contoh dari data yang ada sebelumnya kematian ibu dan anak masih sering terjadi, gizi masyarakat masih rendah, penyakit menular masih tinggi dan karena lingkungan diare dan ispa masih tinggi.

“Paradigma harus dirubah,” ungkapnya.

Reynold menjelaskan bahwa paradigma yang harus dirubah adalah Puskesmas sebagai penyelamat orang sehat bukan menyelamatkan orang sakit yang masih dilakukan hingga saat ini. Caranya adalah menjemput bola dari rumah kerumah untuk memeriksa terhadap orang sehat agar tidak sakit.

“Jalan dari rumah kerumah lakukan pengukuran tekanan darah, amati lingkungannya, timbang berat badannya, ukur lingkar perut semua anggota keluarga dan berikan informasi kesehatan. Bukan menunggu orang sakit datang, kalau menunggu itu Rumah Sakit” pungkasnya. (Eye)

Leave a Reply

error: Hak Cipta antarpapuanews.com
%d bloggers like this: