fbpx

Diduga Malpraktek Oknum Dokter RSMM Dinonaktifkan

Timika, APN – Seorang dokter Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) dinonaktifkan usai diduga melakukan malpraktek dengan meninggalkan seperti kain kasa atau perban yang menyebabkan meninggalnya seorang pasien.

Kasus meninggalnya pasien pun viral usai video kejadian saat operasi pengangkatan kain kasa tersebut dibagikan di media sosial.

Menanggapi beredarnya dugaan malpraktek yang dilakukan oleh tenaga dokter dan perawat yang menyebabkan meninggalnya istri seorang pedeta tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika meminta dengan tegas agar kepolisian dapat menuntut tegas mereka.

“Harus ditindak lanjuti oleh pihak berwajib untuk dokter dan perawat yang terlibat dalam operasi tersebut, Polres Mimika harus tinjau dilapangan dan olah TKP sebelum masyarakat demo dan ambil tindakan lain lain. Sehingga kita juga jaga Kamtibmas. Yayasan juga harus memberikan sanksi tegas,” ujar Wakil Ketua Komisi C DPRD Mimika, Marthinus Walilo saat ditemui Wartawan diruang Komisi C, Rabu (08/12/2021) siang.

Akibat kelalaian yang menyebabkan seseorang meninggal dunia tersebut, Walilo pun mempertanyakan kinerja dari management YCT dan YPMAK.

“Ini manajemen nya bagaimana merekrut tenaga dokter kan ada syarat-syaratnya harus pastikan latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, betul- betul harus diperhatikan. Pemerintah dan YPMAK harus tinjau kembali dokter-dokter yang ada lebih dulu, pastikan bahwa mereka memenuhi syarat sebagai dokter dalam perekrutannya apalagi dokter spesialis,” tegasnya.

Ia berharap YPMAK dan Yayasan Caritas Timika melakukan evaluasi kembali terutama dalam seleksi tenaga kesehatan. Sehingga masyarakat tidak ketakutan saat sakit untuk datang mendapatkan layanan kesehatan di RSMM.

Walilo menambahkan pada Jumat mendatang akan dilakukan aksi demo di kantor DPRD Mimika, usai pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat melalui telepon, serta surat resmi yang akan disampaikan kepada Komisi C DPRD Mimika.

Sementara itu, Direktur RSMM dr.Joni Ribo Tandisau ketika dikonfirmasi wartawaan antarpapaunews.com Rabu (08/12/2021) siang melalaui via telepon, membenarkan terjadinya kejadian tersebut.

“Tidak pernah ada dokter yang sengaja untuk melakukan atau meninggal barang di dalam tubuh pasien. Kalau itu memang terjadi, atau ada sedikit kelupaan sehingga ada yang tertinggal di dalam. Intinya, bukan disengaja,” katanya.

Ia menjelaskan memang pada saat dilakukan operasi ada benda (terlihat seperti kasa atau kain) yang tertinggal dan itu bukan kesengajaan.

“Dokter yang bersangkutan sudah diperingatkan dan sementara kita istirahatkan atau tidak kerja,”ujarnya singkat.

Menanggapi hal ini, Ketua Yayasan Caritas Timika (YCT) dr.Leonardus Tumuka, ketika ditemui Wartawan diruang kerjanya, Rabu, (08/12/2021) malam, mengatakan hal ini bukan menjadi ranah pihaknya namun pihak medis untuk memberikan penjelasan.

“Menjawab itu bukan ranah yayasan tapi ranah medis,” ujarnya.

Meski begitu kata Lenardus peristiwa yang terjadi tidak serta merta dilakukan pemecatan terhadap dokter dan tenaga medis yang terlibat dalam operasi tersebut.

Ia menyampaikan RSMM sudah melakukan komunikasi dengan pihak keluarga korban. dan diterima dengan baik.

“Terkait penyebaran video tersebut, bukan disebarkan oleh pihak keluarga namun oleh pihak ketiga termasuk aksi demo yang direncanakan akan dilakukan pada Jumat mendatang,” tutupnya. (Anis/Aji)

Leave a Reply

error: Hak Cipta antarpapuanews.com
WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE
%d bloggers like this: