Di Mappi, Seorang Ayah Tikam Anak Angkatnya yang Jadi Korban Pemerkosaan – Antar Papua News -

Di Mappi, Seorang Ayah Tikam Anak Angkatnya yang Jadi Korban Pemerkosaan

Petugas medis saat melakukan pemeriksaan dan visum penikaman Aurelia Suma yang meninggal akibat ditikam ayah angkatnya di Kampung Kadam Oyim, Distrik Obaa Kabupaten Mappi, Senin (11/7/2022). (Foto: Istimewa)

Timika, APN – Seorang ayah berinsial HMK (42) warga Kampung Kadam Oyim, Distrik Obaa, Kabupaten Mappi tega menikam anak perempuan angkatnya bernama Aurelia Suma (17) hanya karena kesal dan emosi sesaat. Tragisnya, sang anak akhirnya tewas. Kejadian ini terjadi di Kampung Kadam Oyim, Distrik Obaa Kabupaten Mappi, pada Minggu (10/7/2022) sekira pukul 19.00 WIT.

“Pada waktu sebelum kejadian penikaman sekira pukul 19.00 WIT, tersangka melihat anaknya diduga diperkosa oleh 5 orang laki-laki termasuk salah satunya pacar korban, sehingga tersangka langsung mengejar kelima laki-laki tersebut,” kata Kapolres Mappi, AKBP Demianus Dedy Susanto, S.H., S.I.K., M.H melalui Kasat Reskrim, Iptu Andi Suhidin, SH, M. Si saat dikonfirmasi APN melalui telepon, Selasa (12/7/2022).

Lanjutnya, karena kedapatan, lantas tersangka langsung mengejar 5 orang laki-laki ini, namun mereka berhasil melarikan diri sehingga membuat tersangka merasa kesal emosi dan malu, dengan perasaan itu tersangka langsung menikam korban atau anak angkatnya berkali-kali.

“Ini masih keterangan sepihak dari tersangka, kita masih melakukan pendalaman lebih lanjut dengan memeriksa para saksi lainnya,” ucap Mantan KBO Reskrim Polres Mimika ini.

Iptu menjelaskan, usai mengejar lelaki yang diduga memperkosa anak angkatnya, justru pelaku balik mengejar balik korban yang tidak lain anak angkatnya. Sesampainya di depan Kantor Kampung Kadam Oyim, korban terjatuh dan langsung ditikam menggunakan pisau oleh pelaku sebanyak 3 kali tikaman.

Masing-masing mengenai paha bagian kiri depan 1 kali, paha bagian kiri belakang 2 kali, setelah itu korban dilarikan ke puskesmas terdekat yang berada di Kampung Wanggate, dalam perjalanan korban menghembuskan nafas terakhir, diduga penyebab kematian korban karena kehabisan darah.

Sehingga mendengar laporan tersebut keesokan harinya Kasat Reskrim Mappi beserta anggota lainnya mendatangi TKP, dan melakukan visum jenazah bersama tenaga medis dari RSUD Kabupaten Mappi.

Setelah dilaporkan kepala Kampung Kadam Oyim, bahwa terjadi penikaman, akhirnya tenaga medis tiba di lokasi menggunakan speedboat, Dokter RSUD Mappi, dr. Veronica Jaminan dan Yajuar Fajar Eka Putra memastikan korban meninggal dunia karena kehabisan darah selama proses evakuasi.

“Kejadian Minggu malam, Senin pagi kita berangkat ke Kampung Kadam Oyim menggunakan Speadbot untuk olah TKP, dalam perjalanan kita menempuh waktu kurang lebih 1 jam,” ujar Iptu Andi.

Selanjutnya, usai melakukan olah TKP, pihaknya melakukan penangkapan dan mengamankan pelaku dari kediamnnya melalui informasi dari warga sekitar.

Jenazah korban sudah dimakamkan kemarin (Senin-red) oleh pihak keluarga korban. Sementara pihak kepolisian sedang memeriksa 3 saksi termasuk pelapor yakni Kepala Kampung Kadam Oyim.

“Tersangka akan dijerat dengan Primer Pasal 338 KUHP subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP, hukuman penjara minimal 7 tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” tegasnya.

Penulis: AbiEditor: Sani
%d blogger menyukai ini: