fbpx
Umum  

Cuaca Mimika Jadi Tantangan Perhelatan Aerosport PON XX Mimika

Timika, APN – Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob cuaca akan menjadi tantangan dalam pelaksanaan aerosport karena berpengaruh terhadap jadwal.

ilustrasi

“Pertandingan akan berakhir 6 Oktober 2021 nanti. Nah, dengan jadwal itu, apakah bisa jalan semua seperti itu. Ini yang kita kuatir, karena pertandingan ini tergantung cuaca,” ungkapnya saat ditemui wartawan di Bandara Mozes Kilangin sisi selatan, Selasa (14/9/2021).

Lanjutnya, menyangkut penerbangan Wabup mengatakan penerbangan pesawat berbadan besar untuk sementara dianggap jadwalnya tetap dan tidak ada perubahan. Karena penerbangan komersil  akan memuat atlit-atlit PON. Namun masih ada kemungkinan ‘delay’.

“‘Delay’ ini tidak hanya pada penerbangan, tapi juga pertandingan karena menyangkut cuaca, contohnya terjun payung terbang pada ketinggian 9.000 kaki. Pada jarak tertentu, pesawat holding dan akan turun dengan ketinggian kurang lebih 2.000 kaki untuk melepas para atlit terjun payung. Pada kondisi itu yang kita kuatirkan karena adanya angin dan lain-lain. Sehingga akan ada kontrol dari tower AirNav), untuk mengetahui kapan lepas dan kapan tidak,” katanya.

Ia menambahkan, berdasarkan hal tersebut kemungkinan besar penerbangan yang akan mengalami gangguan adalah pesawat kecil. Sehingga penerbangan akan dikurangi 70 persen pada saat jadwal pertandingan.

“Karenanya dan kemungkinan untuk penumpang kita prioritas, tapi untuk kargo kita stop,” tuturnya.

Wabup juga menjelaskan dalam pelaksanaan pertandingan aerosport UPBU, Airnav, dan Avco telah melakukan koordinasi.

“Agar semua terkoordinasi, maka teknisnua diserahkan ke Airnav. Karenanya sudah ada penandatanganan MoU antara Airnav dan Technical Delegate (TD) bahwa nanti seperti ini dan itu. Sehingga penerbangan dan pertandingan juga tetap jalan,” tutupnya.

Sementara itu, Forecaster On Duty BMKG Mimika, Fitria Nur Fadlilah mengatakan menurut prakiraan pada September, Mimika secara umum cuacanya antara berawan hingga hujan.

“Secara klimatologis puncak curah hujannya itu Juli, Agustus itu puncak tertinggi, September pun masih lumayan curah hujannya,” katanya.

Lanjutnya, pada September tidak ada banyak perubahan cuaca sehingga potensi hujan tetap terjadi.

“Sekarang itu cuaca cenderung berawan kemudian potensi hujannya entah intensitasnya sedang ataupun lebat, dan waktunya hampir merata jadi tidak bisa diprediksi siang atau malam,” ujarnya.

Ia menambahkan untuk prakiraan akurat harus dilakukan saat mendekati hari pelaksanaan. (Aji)

Leave a Reply

error: Hak Cipta antarpapuanews.com
%d bloggers like this: