fbpx

Covid-19 Meningkat, Pengembangan Wisata Mangrove Tertunda

Timika, APN – Pengembangan Ekowisata Mangrove Mimika berupa penambahan tracking (jembatan), tempat khusus hiburan dan taman bermain bagi anak-anak harus tertunda akibat meningkatnya kembali kasus covid-19.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Mimika Daniel Orun mengatakan khusus peningkatan khusus Ekowisata Mangrove, karena situasi covid maka penambahan-penambahan tidak dapat dilakukan, karena belum ada anggaran.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Mimika Daniel Orun

“Kita cari juga ke Pusat dana bantuan itu, tetapi karena situasi covid-19, belum ada dana,” ujarnya saat ditemui Wartawan di ruang kerjanya, Selasa (13/7/2021).

Ia menambahkan selain tidak dapat melakukan pengembangan penurunan pendapatan juga terjadi, saat ini pendapatan Ekowisata Mangrove Mimika hanya sebesar 3 Juta per minggunya, padahal sebelum meningkatnya kasus covid pendapatan bisa mencapai 6 Juta perminggu.

“Kemudian seiring berjalannya waktu mulai kenaikan covid-19 di Kabupaten Mimika mulai Juli ini pendapatan mengalami penurunan hanya menjadi 3 Juta per minggunya,” katanya.

Alasan penurunan tersebut menurut Daniel selain akibat peningkatan kasus covid-19 adalah karena kurangnya pengembangan, namun dalam beberapa waktu belakangan banyak pemuda yang memberikan hiburan kepada masyarakat melalui tarian dan lagu.

“Beberapa minggu lalu ada anak-anak band mereka menyurat meminta izin untuk manggung di Wisata Hutan Mangrove itu, nah mereka di sana itu sukarela, mereka juga cari dana mengandalkan pemberian ikhlas dari pengunjung saja, bukan potong tiket dari kami. Terus ada beberapa sanggar yang mencari dana dengan menampilkan tari-tarian Kamoro dan Asmat, jadi selama pandemi ini kita terapkan prokes ketat,” katanya.

Ditanya soal berapa target pendapatan pertahun untuk Ekowisata Mangrove Daniel mengatakan saat ini belum ditentukan karena pihaknya masih akan menghitung pendapatan dari Januari hingga Desember 2021.

“Untuk target pendapatan itu ada surat dari Bappeda juga tetapi belum kami tentukan, karena kita buka Oktober, jadi nanti kita hitung mulai Januari 2021, khusus target saya belum bisa sampaikan, untuk tarif saat ini 10.000 untuk dewasa, 5.000 untuk anak, parkir motor 1.000, mobil 2.000, dan bis atau trek 3.000 jadi kita ikut retribusi beberapa tahun lalu,” paparnya. (Aji-cr01)

Leave a Reply

error: Hak Cipta antarpapuanews.com
%d bloggers like this: