fbpx

Banyak Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Di Papua, KPK Jangan Hanya Tinggal di Jakarta Saja

WhatsApp Image 2020-08-27 at 07.59.24
Ketua Lemasko Gregorius Okoare didampingi 3 pengurus Lemasko saat menggelar jumpa pers di hotel Serayu (foto: Mercy/antarpapuanews.com)

Timika, antarpapuanews.com – Ketua Lemasko Gregorius Okoare tantang pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI untuk datang ke Papua untuk mengungkap dan menangkap tikus-tikus berdasi yang selama ini menghabiskan uang rakyat terlebih khusus dana otsus

“Kami minta sama KPK jangan hanya duduk diam di Jakarta, kenapa koruptor, pencuri uang negara tidak ditangkap, jangan cuma jago di Jakarta sedangkan tidak berani ke daerah-daerah, banyak koruptor akhirnya kita masyarakat jadi susah ini,” kata Gerry sapaan Gregorius Okoare saat ditemui di bilangan jalan Yos Sudarso, Rabu (26/8).

Ia menjelaskan, anggaran yang digelontorkan oleh pemerintah pusat untuk otsus di Papua sangat besar, sehingga sebelum ada lanjutan otsus jilid II baiknya harus ada laporan bertanggung jawab penggunaan anggaran otsus, agar bisa mengetahui indeks pembangunan di Papua menggunakan dana otsus.

“Kami juga minta untuk Presiden jangan turunkan anggaran otsus, harus ada pertanggung jawaban dulu baru kasih lagi, karena uang-uang ini selama ini mereka kemanakan?” jelasnya.

Ia meminta kepada Bupati agar mengundang tokoh-tokoh untuk mempresentasekan penggunaan dana otsus sesuai bidangnya, sehingga masyarakat bisa mengetahui apa saja yang pemerintah sudah buat melalui dana otsus. Sebab, anggaran otsus bukan sedikit dan indikasi penyalahgunaan anggaran sangat besar sekali.

“Saya minta dana 4,3 Triliun yang bersumber dari anggaran otonomi khusus, saya minta Bupati mengundang semua tokoh masyarakat dan menjelaskan anggaran itu dipakai untuk apa, pembangunan apa, ekonomi dan sebagainya,” pintanya.

Ia berharap pihak penegak hukum tidak tinggal diam untuk mengungkap dan menangkap koruptor-koruptor di Papua.

“Ini uangnya kemana, ini triliun bukan miliar. Jadi saya mau kasih tahu ke Polisi kenapa diam? Kenapa tidak periksa barang dari Gubernur sampai Bupati semua diperiksa bila perlu diproses hukum,” harapnya. (mrc)

Leave a Reply

error: Hak Cipta antarpapuanews.com
WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE
%d bloggers like this: