fbpx
Berita  

Ada Indikasi Korupsi pada Pembangunan Gerai Maritim di Mimika

Kajari Mimika, Sutrisno Margi Utomo bersama pihak terkait saat sidak lokasi Gerai Maritim di Pomako beberapa waktu lalu. (Foto: Dok Kejari Mimika) 

Timika, APN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Mimika mengendus adanya indikasi korupsi pada pembangunan Gerai Maritim di Pomako. Gerai Maritim dibangun Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika tahun anggaran 2018 menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nilai Rp 3.637.512.500.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, ada dugaan kerugian negara sebesar Rp 3.637.512.500, karena hingga saat ini bangunan itu tidak dapat digunakan secara optimal,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Mimika, Sutrisno Margi Utomo dalam jumpa pers yang digelar di Kejari Mimika Jalan Agimuga mile 32, Jumat (10/6/2022).

Sutrisno menjelaskan, indikasi korupsi tersebut ditemukan dari nilai-nilai kontrak yang ada penyimpangan anggaran, seperti dibangun tanpa perencanaan, konsultan merangkap membuatkan laporan kontraktor pelaksana.

Untuk sementara kerugian secara riil masih menunggu hasil perhitungan ahli teknik sipil dan ahli keuangan negara.

Anggaran tersebut Itu terbagi dari anggaran penimbunan sebesar Rp 998 juta, biaya pembangunam gedung Rp 2,5 miliar dan biaya konsultan pengawas Rp109 juta.

Pembangunan proyek ini merupakan program strategis mendukung program pemerintah Presiden Jokowi yaitu tol laut mendukung disparitas harga di Indonesia bagian Timur.

“Gerai Maritim ini untuk gudang penyimpanan barang para pengusaha tol laut, namun tidak digunakan secara optimal bahkan pengusaha tidak ada yang menyimpan barang di sana, ” ujarnya.

Setelah diakukan sidak ke lokasi, bangunan tidak digunakan alias mangkrak, bahkan sudah rusak, parahnya lagi tempat pemutaran truk juga tidak ada di lokasi bangunan.

Selain itu lokasi bangunan berada di dalam hutan lahan milik masyakarat yang sangat jauh dari Pelabuhan Pomako.

Kajari menjelaskan, nilai proyek sebesar Rp 3,6 miliar tersebut dipergunakan untuk pembiayaan konsultan pengawas yang ditangani oleh CV. A nilai kontraknya sebesar Rp. 109.774.500.

Kontraktor Pekerjaan Timbunan PT. N dengan nilai kontrak sebesar Rp 988.038.000, dan Kontraktor Pekerjaan Gedung Gerai Maritim PT. F dengan nilai kontrak sebesar Rp 2.529.700.000,

“Sebanyak 16 saksi sudah kita panggil untuk dimintai keterangan dan dua saksi ahli bagian teknik sipil dan ahli kerugian negara, sehingga hasilnya ditemukan penyimpangan karena dibangun tanpa perencanaan dan konsultan merangkap membuat laporan kontraktor pelaksana,” beber Sutrisno.

Sehingga sekarang berdasarkan Sprindik Nomor Print-02/R.1.16/Fd.1/06/2022 Tanggal 08 Juni 2022, Kejari sudah meningkatkan status pemeriksaan perkara menjadi penyidikan setelah pihak Kejaksaan melakukan pemeriksaan terhadap 16 orang saksi bersama 2 saksi ahli pada 9 dan 10 Juni 2022.

Writer: AbiEditor: Sani

Leave a Reply

error: Hak Cipta antarpapuanews.com
WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE
%d bloggers like this: