fbpx

Ekspor Produk Tambang Dominasi Penerimaan Bea Cukai Mimika

  • Share
Ekspor Produk Tambang Dominasi Penerimaan Bea Cukai Mimika

Timika, APN – Penerimaan Bea Cukai Mimika masih di dominasi oleh eksportasi hasil tambang

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Mimika M. Rofiudz Dzikri dalam keterangan pers yang diterima antarpapuanews.com Rabu (8/12/2021) mengatakan penerimaan bea cukai Mimika dari ekspor sebesar Rp2.924.900.748.818.

“Hasil tersebut merupakan penerimaan dari esportasi tambang dan serta dari sumber lainnya, yang paling mendominasi sumber penerimaan kami itu berasal dari ekspor hasil tambang,” katanya.

Ia menambahkan penerimaan tersebut naik tiga kali lipat dari target penerimaan tahun 2021 sebesar Rp962.879.354.262

“Jadi prosentase penerimaan bea cukai Mimika sebesar 304 persen dari target,” ungkapnya.

Hasil penerimaan tersebut kata Rofiudz akan bertambah mengingay ekspor konsentrat PT Freeport Indonesia yang masih berjalan, begitu pun dengan penerimaan dari sumber lain.

Rofiudz juga menyebutkan pihaknya terus mengenjot penerimaan eksportasi dari hasil non tambang salah satunya dengan mendukung ekspor dalam sektor perikanan.

“Saat ini, Bea Cukai Timika telah menorehkan prestasi yang luar biasa dengan keberhasilan dalam mendorong PT. Bartuh Langgeng Abadi melakukan ekspornya melalui moda laut, yang identik dengan jumlah tonase yang fantastis yakni 9.8 ton produk udang beku yang dikirim ke Jepang. Hal ini patut kita apresiasi
bersama,” jelasnya.

Menurut Rofiudz, ekspor non tambang berupa produk perikanan dapat menjadi momen penarik perhatian di
mata internasional, sehingga mereka bisa melirik produk yang ada di Papua, khususnya di Kabupaten
Mimika.

“Ini kesempatan kita secara bersama untuk memperkenalkan produk unggulan Mimika yang
berpotensi ekspor diantaranya adalah pinang, sagu, buah merah, gaharu, jenitri dan produk lainnya. Selama
ini produk dari Kabupaten Mimika dikirim ke daerah lain untuk dikirim ke luar negeri dengan memakai merk atau pencantuman asal dari daerah tersebut, dan hal ini sangat disayangkan,” tuturnya. (Aji)

Writer: Aji
  • Share

Leave a Reply

%d bloggers like this: