fbpx

Kekalahan Tim Malut Atas Jatim Diluar Ekspektasi

  • Share
Pelatih tim futsal Maluku Utara Muhammad Triyoga didampingi pemain M Dody Alfaer. (Foto: Salmawati Bakri)

TIMIKA – Pelatih Futsal Maluku Utara (Malut), Muhammad Triyoga mengaku kalah 2-4 pada laga kontra Jawa Timur (Jatim) di luar dari ekspektasi.

Sebab, timnya yang sebelumnya meraih medali perak pada PON XIX 2016 lalu itu harus pulang lebih awal pada babak penyisihan Cabang Olahraga (Cabor) Futsal PON XX Papua di GOR SP2, Mimika, Selasa (28/9/2021).

“Ini jadi evaluasi sekaligus harapan kepada manajemen sebab tidak sampai menatap semifinal. Persiapan yang kuat disebabkan oleh struktural. Induk organisasi yang kuat, aspek-aspek yang kuat itu masuk di dalamnya. Mau itu sumber daya manusia, fasilitas, kebutuhan teknis dan non teknis harus matang sebelum menghadapi hari-H,” ujar Yoga dalam konferensi pers usai pertandingan.

Kendati demikian, Yoga mengaku dalam menghadapi tim futsal PON XX Papua 2021, anak asuhannya tidak mengalami kendala berarti dalam persiapan kurang lebih empat bulan.

Hanya saja, persiapan yang matang menurut Yoga, seharusnya dilihat dari aspek di luar teknis.

Dalam kesempatan itu, Yoga enggan membandingkan hasil pertandingan PON XX 2021 dengan PON sebelumnya 2016 lalu di Jabar.

“Waktu itu (PON 2016), itu persiapan kami kurang lebih sembilan bulan. Mulai dari seleksi dan training center. Kita juga lakukan try out uji coba dengan tim profesional di dalam negeri. Tapi sekarang kami kesulitan. Mungkin manajemen juga mau tapi karena situasi (Pandemi Covid-19) jadi serba terbatas bahkan tidak bisa,” katanya.

Meski demikian, sambungnya, manajemen harus cari cara.

Atas situasi ini, Yoga mengaku miris dengan tim jangka panjang.

“Kita harus punya edukasi sistem kepelatihan yang baik, bukan masalah sistemnya, tapi keseluruhan. Itu sangat penting,” ujarnya menambahkan.

Ia juga menyebut edukasi sistem manajemen olahraga dan kepelatihan baik dan benar harus dimiliki para pengurus.

“Apa yang saya katakan ini jadi jembatan media untuk mengedukasi semua pelaku olahraga. Semuanya termasuk pemerintah yang terlibat membiayai. Itu sangat disayangkan. Di Indonesia ini belum,” tandas Yoga. (HumasPPM/Salmawati Bakri/Maurits)

  • Share

Leave a Reply

%d bloggers like this: