fbpx

Ditargetkan 2 Emas, Tim Rugby PON Papua Jadi Prioritas KONI

  • Share

Timika, antarpapuanews.com – Tim Rugby yang dipersiapkan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2021 dengan target dua medali emas, KONI Papua menjadikan cabang olahraga rugby sebagai salah satu cabang prioritas.

Setelah mengalami penundaan pelaksanaan PON yang awalnya di tahun 2020 hingga tahun 2021, namun cabang olahraga Rugby oleh KONI Papua tetap melanjutkan Training Center (TC) hingga pelaksanaan 2021.

Keseriusan pemerintah Propinsi Papua untuk jadikan cabang Rugby prioritas emas ditunjukkan dengan adanya pencanangan untuk membangun stadion Rugby dengan standar internasional di Sentani.

“Tanpa kita sadari dengan niat serta semangat untuk mengembangkan cabang rugby di Papua kini semakin nyata, dimana cabang Rugby yang dipersiapkan untuk ikut PON 2021 mendatang menjadi contoh atau model program latihan bagi cabang olahraga lainnya. Mental dan sikap disiplin yang menjadi kunci untuk bisa berprestasi, dan sikap disiplin inilah yang saya terapkan kepada seluruh atlet rugby yang saat ini sedang melakukan TC di Jayapura,” ungkap Pelatih kepala Tim Rugby PON Papua, George Deda,S.IP saat diwawancarai di jalan bandara, Senin (17/8).

Disiplin harus ditanamkan kepada seluruh pemain dan menjadi kunci keberhasilan seorang atlet bila ingin membuahkan prestasi.

“Semua hal yang kita lakukan harus tertanam rasa kedisplinan, contoh sikap disiplin yang diterapkan di pemusatan latihan adalah, ketika jam makan masih ada satu atlet yang belum hadir maka harus menunggu sampai semua lengkap. Dan semua aktifitas maupun latihan di pemusatan latihan harus diawali ibadah serta doa bersama,” ungkap Deda.

Salah satu keharusan yang ditanamkan kepada seluruh pemain rugby putra putri, kata George Deda adalah bagaimana menanamkan rasa cinta kepada olahraga rugby tersebut. Yaitu dengan mewajibkan semua atlet untuk membawa bola rugby di dalam kegiatan apapun, kecuali ibadah.

“Untuk menanamkan rasa mencintai dan memiliki olahraga rugby, semua pemain saya wajibkan membawa bola rugby kemanapun dan aktifitas apapun kecuali ibadah. Mau di dalam pemusatan atau bahkan liburan tidak di dalam penampunagn setiap pemain wajib membawa bola rugby, kalau ketahuan tidak membawa bola maka akan mendapatkan sanksi,” tegasnya.

Ia mengakui, selama TC satu tahun berjalan dengan karakter yang berbeda beda dan datang dari berbagai latar belakang serta mental yang berbeda beda awalnya agak sulit, namun kini sudah dapat kami satukan.

“Hasilnya saat ini grafik prestasi dari seluruh pemain sudah mulai meningkat, ini yang sekarang menjadi modal untuk menjawab target dua emas dari KONI Papua. Dengan beban dua emas oleh KONI Papua, saya sangat optimis target emas tersebut bisa dijawab oleh para atlet atlet yang saat ini sedang TC,” katanya.

Masih menurut Deda, bahwa tim Rugby Papua yang tengah menjalani TC saat ini mendapatkan perhatian serius dari KONI Papua dalam hal ini Gubernur Papua karena program serta metode latihan sangat terarah, terukur. Inilah salah satu alasan dan tolak ukur tim rugby termasuk salah satu cabang olahraga priroitas.

“Dengan melihat perkembangan proses TC Tim Rugby saat ini sehingga pemerintah Propinsi berjanji untuk membangun sebuah stadion Rugby standar Internasional. Stadion tersebut rencananya akan dibangun lengkap dengan fasilitas stadion utama rugby, lapangan pemanasan, kolam renang, fitnes dan wisma atlet,” jelas Deda. (mrc)

  • Share

Leave a Reply

%d bloggers like this: